Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gelar Bukber, Bamsoet Ajak Perkuat Persatuan Bangsa dan Antisipasi Dampak Perang Iran
Selasa, 3 Maret 2026 12:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menegaskan tradisi silaturahmi dan buka puasa bersama (bukber) di Bulan Ramadan harus ditempatkan sebagai sarana strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Di tengah tantangan polarisasi sosial, fragmentasi digital, serta tekanan ekonomi global dan ketidakpastian global akibat meningkatnya eskalasi di Timur Tengah, momentum Ramadan mampu menghadirkan ruang silaturahmi yang hangat, cair, dan setara antar elemen bangsa.
Bamsoet, sapaan akrab Bambang, mengingatkan perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS), akan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dan berisiko menambah beban APBN serta mengganggu perekonomian nasional. Untuk itu, Bamsoet mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperteguh persatuan dan kesatuan serta tidak terpengaruh terhadap berbagai provokasi yang memanfaatkan situasi untuk menyerang martabat Presiden Prabowo Subianto.
“Ramadan mengajarkan pengendalian diri, empati, dan solidaritas. Nilai-nilai itu relevan dengan kehidupan berbangsa," ujar Bamsoet, saat menggelar buka puasa bersama lintas organisasi dan komunitas di Rumah Pergerakan Patiunus Jakarta, Senin malam (2/3/2026).
Baca juga : Galang Kekuatan, Hentikan Perang AS-Israel Vs Iran!
Hadir antara lain mantan Menteri Kelautan dan Perikanan/politisi senior Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo, Wisnu Suhardono, mantan Waketum Gerindra/komisaris Pelindo Arief Poyuono, politisi PPP Darwis, mantan anggota Fraksi PAN DPR Chandra Tirta Wijaya, mantan anggota Fraksi PKS DPR Andi Rahmat, mantan Wakil Ketua BPK/Direktur Keuangan Perum BULOG Hendra Susanto, mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Ketum HIPAKAD (Himpunan Putra-putri Angkatan Darat) Hariara Tambunan, para pengurus Forum Komunikasi Putra Putri Angkatan Laut (FKPPAL), Angkatan Udara (FKPPAU), FKPPI, Pemuda Pancasila, Tarung Derajat, Kelompok Cipayung Plus, HIPMI, IMI, Waketum KADIN Indonesia Junaidi Elvis, Nofel Hilabi dan Joverly, Sekjen APLI Ina Rachman, Presiden PERIKSHA RIDERS Aldwin Rahadian, Presiden PERIKHSA CIGAR Charles Wicaksana, Wakil Presiden PERIKHSA 4x4 Sunan Kalijaga, Pembina Komunitas Motor Besar (MBI) Pusat Brigjen Pol. Budi Satria Wiguna dan Ketum MBI Pusat Darus Jayalalana, para pengurus Forum Komunikasi Putra Putri Angkatan Laut (FKPPAL), Angkatan Udara (FKPPAU), FKPPI, Pemuda Pancasila, Tarung Derajat dan Kelompok Cipayung Plus.
Bamsoet melanjutkan, bukber menghadirkan ruang pertemuan lintas latar belakang, lintas profesi, bahkan lintas pandangan politik dalam suasana yang hangat dan setara serta mampu membangun kesadaran bersama. "Kita sebagai bangsa harus bersatu bahu membahu dalam menghadapi ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar,” tambahnya.
Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menuturkan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki keunikan sosial yang sulit ditemukan di negara lain. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia telah menembus lebih dari 284 juta jiwa pada tahun 2025, dengan mayoritas menjalankan ibadah Ramadan. Situasi ini menciptakan efek sosial kolektif yang sangat besar, mulai dari meningkatnya aktivitas keagamaan, kegiatan sosial, hingga perputaran ekonomi berbasis UMKM yang melonjak signifikan selama bulan puasa.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perbarui SPBU, Tingkatkan Layanan dan Kenyamanan Pelanggan
“Kalau kebersamaan ini dikelola dengan visi kebangsaan yang jelas, Ramadan dapat menjadi titik temu antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial. Dari pertemuan saat berbuka, bisa lahir gagasan, kolaborasi, dan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, konsolidasi kebangsaan selama Ramadan harus diarahkan pada agenda yang lebih substansial. Bamsoet mendorong agar kegiatan buka puasa bersama diisi dengan dialog produktif tentang pemberdayaan ekonomi rakyat, penguatan toleransi, serta literasi digital agar masyarakat semakin kebal terhadap provokasi yang memecah belah.
“Persatuan bangsa harus dirawat setiap hari. Ramadan memberi kita ruang refleksi dan aksi sekaligus. Jika energi kebersamaan ini dijaga, Indonesia akan semakin kuat menghadapi tantangan global maupun beragam dinamika dalam negeri,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya