Dark/Light Mode

Bakal Kerek Harga Tiket & Tetap Jaga Layanan

Bos Garuda Pastikan Kenaikannya Terukur

Minggu, 12 April 2026 06:40 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. (Foto: Dok. Garuda Indonesia)
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. (Foto: Dok. Garuda Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket penerbangan untuk menjaga layanan agar tetap berjalan optimal menyusul kenaikan harga avtur. Maskapai pelat merah itu memastikan besaran kenaikan proposional dan terukur.

Rencana langkah itu sejalan dengan implementasi dukungan kebijakan Pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan (KM) 83 Tahun 2026 terkait penyesuaian komponen biaya tambahan (fuel surcharge) pada tarif penumpang kelas ekonomi domestik. Serta rencana pemberian stimulus berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen yang Ditanggung Pemerintah (DTP). 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan mengatakan, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan operasional maskapai dan aksesibilitas layanan transportasi udara bagi masyarakat. Sekaligus mendukung stabilitas ekosistem industri aviasi nasional. 

Glenny menyampaikan, perseroan akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator. 

“Evaluasi akan dilakukan secara berkala seiring dengan perkembangan harga avtur yang terus bergerak dinamis,” ujar Glenny dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka, Jumat (10/4/2026). 

Baca juga : Jamin Hak Dasar Warga Akses Air Minum, Pemprov & DPRD DKI Godok Raperda SPAM

Glenny memastikan, di tengah tekanan industri yang masih berlanjut, perseroan terus menyiapkan langkah mitigasi melalui pengkajian optimalisasi frekuensi dan jadwal penerbangan di sejumlah rute. Hal ini sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas kapasitas dan keberlangsungan operasional. 

Ke depan, lanjut Glenny, Garuda Indonesia akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan dinamika industri aviasi global, serta memastikan setiap langkah penyesuaian dilakukan secara adaptif. 

“Upaya ini guna menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan aksesibilitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya. 

Sebagai national flag carrier, Garuda Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan penerbangan yang aman, andal, terpercaya, dan memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat sebagai bagian dari mandat strategis dalam mendukung konektivitas nasional. 

Terpisah, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria menekankan bahwa penguatan kinerja Garuda Indonesia sangat strategis dalam mendukung konektivitas nasional. Termasuk dalam hal pemerataan akses transportasi udara ke berbagai wilayah di Indonesia. 

Baca juga : Chelsea Vs Manchester City, Kegentingan Di Stamford Bridge

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga peran vital sektor penerbangan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Dalam rangka itu, pihaknya melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, guna membahas penguatan kinerja Garuda Indonesia di tengah dinamika industri penerbangan global saat ini. 

Pertemuan tersebut menyoroti tekanan eksternal yang dihadapi industri penerbangan, khususnya dampak kondisi geopolitik dan konflik global terhadap kenaikan harga avtur, yang secara langsung mempengaruhi struktur biaya operasional maskapai. 

Dony menilai, dalam konteks tersebut, diperlukan langkah strategis yang terukur untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan tarif bagi masyarakat dan keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan. 

Dia menekankan, di tengah tekanan biaya yang meningkat, sinergi kebijakan menjadi kunci untuk memastikan Garuda Indonesia tetap kompetitif. 

Baca juga : Tes Motor Honda Di Sepang, Aleix Espargaro Cedera Parah

"Sekaligus mampu menjaga keterjangkauan layanan bagi masyarakat,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026). 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah dan BUMN dalam merespons tantangan industri. 

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi emiten berkode saham GIAA itu tetap kompetitif dan adaptif, sekaligus memastikan keberlanjutan layanan transportasi udara yang andal bagi masyarakat. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.