RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penggunaan interactive flat panel (IFP), serta program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/4/2026). Hasilnya, ia menilai seluruh program berjalan lancar.
Peninjauan dilakukan di SDN 060862 dan SDN 060864. Fajar menyebut pelaksanaan TKA di kedua sekolah tersebut berlangsung tertib dan memberi manfaat bagi siswa.
“Alhamdulillah lancar dan mantap. Melalui TKA ini, kita ingin melihat kemampuan literasi dan numerasi anak-anak sehingga kami di kementerian mendapatkan peta kualitas masing-masing murid,” ujar Fajar.
Menurutnya, hasil TKA akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih terukur. Dengan peta kemampuan siswa, pemerintah bisa merancang intervensi yang tepat untuk mengatasi persoalan literasi dan numerasi.
Baca juga : Wabendum SOKSI: Program MBG Investasi Menuju Generasi Emas 2045
Kepada para siswa, Fajar berpesan agar mengedepankan kejujuran saat mengikuti TKA. Ia menekankan, tes tersebut bukan sekadar alat ukur kemampuan, tetapi juga sarana membangun integritas sejak dini.
Selain TKA, Fajar juga meninjau penggunaan IFP dalam kegiatan belajar mengajar. Ia mendorong para guru memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.
“Jangan sampai media belajar yang bagus tidak difungsikan. Mari kita manfaatkan secara maksimal,” katanya.
Fajar juga mengapresiasi pemanfaatan platform Rumah Pendidikan sebagai sumber bahan ajar. Ia berharap guru dapat mengintegrasikan teknologi dan materi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Baca juga : Seskab Teddy Temui Gibran 1,5 Jam Di Istana Wapres, Bahas Situasi Nasional
Di sekolah yang sama, program makan bergizi gratis sudah berjalan lebih dari satu tahun. Fajar menilai pelaksanaan MBG di Medan berjalan baik tanpa kendala berarti.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Kota Medan yang membentuk tim khusus untuk menjembatani komunikasi antara sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Alhamdulillah, di sini sudah berjalan lebih dari satu tahun dan tidak ada catatan masalah. Aspirasi dari sekolah juga bisa langsung disampaikan ke SPPG,” ujarnya.
Menurut Fajar, pemerintah ingin memastikan layanan makanan di sekolah aman, bergizi, dan berkualitas. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan demi perbaikan program.
Baca juga : Pemerintah Dorong Penertiban SPPG Dan Optimalisasi Program MBG Secara Nasional
“Ini bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan pelayanan terbaik melalui MBG,” katanya.
Sementara itu, salah satu wali murid, Wati, mengaku terbantu dengan program MBG. Ia menilai program tersebut meringankan beban keluarga dalam menyiapkan bekal anak.
“Saya bersyukur ada MBG. Sangat membantu, terutama mengurangi biaya makan anak,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.