BREAKING NEWS
 

Wamen Fajar: PID Bukti Komitmen Presiden Prabowo Bangun SDM Sejak Dini

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 6 Mei 2026 13:19 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menutup Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD di Makassar, Selasa (5/5/2026). PID disebut jadi bukti komitmen Presiden Prabowo membangun SDM sejak dini.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan kehadiran Papan Interaktif Digital (PID) di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi bukti komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Menurut Fajar, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan bermakna bagi anak.

“PAUD adalah fase yang sangat menentukan. Karena itu, PID harus menjadi alat untuk merangsang tumbuh kembang anak melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan,” ujar Fajar saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan 6 di Makassar, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 156 peserta dari 10 provinsi di kawasan Indonesia Timur yang menerima bantuan PID.

Fajar menjelaskan, usia dini merupakan fase emas perkembangan anak. Pada tahap itu, anak membutuhkan stimulasi yang tepat untuk merangsang rasa ingin tahu, kemampuan bahasa, kreativitas, motorik, hingga kemampuan sosial.

Karena itu, menurut dia, PID tidak boleh hanya dipandang sebagai perangkat teknologi semata. Kehadirannya harus mampu mengubah cara guru mengajar menjadi lebih efektif dan kreatif.

“Pada akhirnya, kemanfaatan PID bergantung pada kreativitas gurunya. Kehadiran PID harus benar-benar memberi dampak pada cara kita mengajar di ruang kelas,” katanya.

Fajar mengatakan peserta yang mengikuti bimtek merupakan guru dan satuan pendidikan terpilih dengan rekam jejak serta akreditasi yang baik. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di daerah masing-masing.

Baca juga : Dihadiri Presiden Prabowo, Andi Gani: May Day 2026 Jadi Sejarah Persatuan Buruh

“Bapak dan Ibu adalah creative minority yang harus mengimbaskan praktik-praktik baik kepada guru lain,” ujarnya.

Dia mengingatkan keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak berhenti pada pengadaan perangkat. Penguatan kapasitas guru disebut menjadi kunci utama.

Fajar mengaku menemukan PID di sebuah SD Negeri di Medan belum dimanfaatkan optimal saat melakukan kunjungan pada akhir April lalu. Menurut dia, sebagian guru masih kesulitan menerapkan perangkat tersebut dalam proses pembelajaran.

“Perangkat sudah tersedia, tetapi belum sepenuhnya memberi dampak karena guru belum cukup percaya diri dan belum terbiasa menggunakannya,” katanya.

Karena itu, guru yang telah mengikuti bimtek diminta membangun komunitas belajar dan membantu guru lain agar penggunaan PID semakin efektif.

“Setelah kembali ke daerah, bangun komunitas belajar yang kuat, dampingi guru-guru lain, dan sebarkan praktik baik,” tegasnya.

Fajar juga mencontohkan pemanfaatan PID di PAUD Indo Tionghoa Tarakan yang digunakan untuk membuat konten pembelajaran bahasa Mandarin sehingga suasana belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Adsense

Menurut dia, keberhasilan pelatihan akan terlihat saat peserta mampu mengubah budaya belajar di sekolah masing-masing.

Baca juga : Wamen Fajar: Sekolah Rakyat Wujudkan Filosofi Presiden, Muliakan Wong Cilik

“Apakah PID bisa membuat pembelajaran lebih efektif dan diterima anak-anak? Di situlah keberhasilan pelatihan ini diuji,” katanya.

Fajar menegaskan PID bukan pengganti guru. Guru tetap menjadi arsitek utama pembelajaran di ruang kelas.

“Guru adalah arsitek pembelajaran, bukan operator PID. Ujung tombak program ini adalah kemampuan pedagogis guru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Fajar juga memaparkan lima syarat utama agar digitalisasi pendidikan berjalan efektif.

Pertama, komitmen politik yang kuat. Menurut dia, kehadiran PID menjadi bukti nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap pembangunan SDM sejak usia dini.

Kedua, monitoring dan evaluasi berkelanjutan agar implementasi PID benar-benar berjalan di sekolah.

Ketiga, pelatihan guru yang berkelanjutan dan merata. Pemerintah bersama Komisi X DPR telah mengalokasikan sekitar Rp 1 triliun untuk pelatihan guru.

Keempat, penguatan konten pembelajaran yang relevan dengan budaya sekolah, bahasa daerah, dan lingkungan sosial anak.

Baca juga : Ada Peran Dasco di Balik Kunjungan Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan KA

“Digitalisasi bisa berjalan beriringan dengan tradisi. PID bisa menjadi ruang kreatif untuk menghadirkan bahan ajar bahasa daerah dan kearifan lokal,” ujarnya.

Kelima, perawatan perangkat secara bersama-sama oleh sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

“PID ini harus kita jaga bersama karena hadir untuk kepentingan anak-anak kita,” katanya.

Fajar juga mengungkapkan mulai tahun ini Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga menjangkau peserta didik PAUD dengan sasaran sekitar 888 ribu penerima manfaat.

“Komitmen Bapak Presiden jelas, yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul sejak usia dini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PAUD Kurniawan mengatakan seluruh materi bimtek telah diberikan kepada peserta. Sebanyak 156 peserta dari 10 provinsi penerima PID disebut siap melakukan diseminasi kepada guru-guru lain di daerah masing-masing.

Menutup arahannya, Fajar mengajak seluruh peserta menjadi duta digitalisasi pendidikan di lingkungan masing-masing.

“Pastikan PID benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia. Jadilah duta-duta kebaikan yang menggerakkan perubahan di sekolah dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense