Dark/Light Mode

Dihadiri Presiden Prabowo, Andi Gani: May Day 2026 Jadi Sejarah Persatuan Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 16:24 WIB
Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kiri) bersama Presiden Prabowo di peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). (Foto: Dok. KSPSI)
Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kiri) bersama Presiden Prabowo di peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). (Foto: Dok. KSPSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026), menjadi momentum bersejarah bagi gerakan buruh nasional.

Andi Gani mengaku bahagia karena perayaan yang dihadiri sekitar 250 ribu buruh dari berbagai wilayah Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto berlangsung tertib dan penuh semangat.

"Sebagai Ketua Panitia May Day 2026 saya sangat bahagia. Sekitar 240 ribu buruh hadir di sini bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ini hari yang luar biasa bagi buruh Indonesia," kata Andi Gani.

Menurutnya, perayaan May Day tahun ini menandai kuatnya persatuan gerakan buruh nasional, meski di saat bersamaan sebagian kecil elemen buruh tetap menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi di kawasan DPR RI.

"Kami menghormati teman-teman yang melakukan aksi di DPR. Itu hal yang biasa dalam demokrasi. Namun sebagian besar kekuatan buruh hadir di Monas dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden," katanya.

Andi Gani memastikan, perayaan May Day tahun ini menjadi bukti kuatnya hubungan komunikasi antar serikat buruh dan antara Pemerintah.

Baca juga : Prabowo Hadiri May Day Di Monas, Salami Buruh Dari Mobil RI 1

"Ini sejarah persatuan dan kesatuan buruh Indonesia. Mudah-mudahan semangat ini terus terjaga hingga May Day 2027," ujar Andi Gani.

Adapun, May Day 2026 tercatat sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Selain dihadiri Presiden Prabowo Subianto, seluruh konfederasi serikat buruh di Indonesia turut bergabung dan merayakan secara bersama-sama.

Keberhasilan penyelenggaraan ini tidak lepas dari peran Ketua Panitia May Day 2026 Andi Gani Nena Wea yang mampu menyatukan berbagai elemen serikat pekerja di Tanah Air.

Andi Gani mengungkapkan, jauh sebelum pelaksanaan May Day, dirinya telah bertemu Presiden Prabowo untuk membahas secara khusus konsep perayaan tahun ini.

Bahkan, kata dia, Presiden terlibat langsung dalam menyiapkan berbagai kebutuhan peserta.

Baca juga : Pemerintah Tegaskan Berdiri Bersama Buruh

"Beliau mendesain khusus kaos May Day dan payung untuk buruh dalam jumlah ratusan ribu. Ini bentuk perhatian yang luar biasa dari Presiden kepada kaum buruh," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Gani menegaskan sejumlah aspirasi buruh telah mendapat respons konkret dari Pemerintah. Di antaranya pembentukan Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pengetatan aturan outsourcing, perlindungan pekerja rumah tangga, pembangunan rumah sakit buruh, program perumahan buruh, hingga peningkatan layanan kesehatan pekerja.

"Presiden sudah menepati janjinya. Satgas PHK, aturan outsourcing yang diperketat, perlindungan terhadap pekerja rumah tangga, rumah sakit buruh, perumahan buruh, semua mendapat perhatian serius, " ujarnya.

Selain itu, Andi Gani juga mengusulkan agar aktivis buruh mendapatkan akses beasiswa LPDP guna meningkatkan kompetensi generasi muda serikat pekerja.

"Respons Presiden sangat baik. Saya diminta menghadap dalam waktu dekat untuk melaporkan konsepnya. Tentu tetap mengikuti mekanisme seleksi yang berlaku," ucapnya.

Terkait kebijakan baru pembagian pendapatan mitra ojek online (ojol), Andi Gani menyambut positif keputusan Presiden yang menetapkan porsi maksimal perusahaan aplikator di bawah 10 persen, sementara 92 persen diberikan kepada mitra pengemudi.

Baca juga : Prabowo Bakal Hadiri Peringatan May Day di Monas, Pemerintah Bersama Buruh

Andi Gani juga menegaskan penyelenggaraan May Day 2026 tidak menggunakan dana APBN maupun APBD.

"Dana perayaan May Day 2026 tidak menggunakan dana pemerintah. Semua berasal dari gotong royong, dukungan sahabat-sahabat buruh, dan kontribusi peserta," ujarnya.

Setelah di Monas, lanjut Andi Gani, Presiden Prabowo akan meresmikan Museum Ibu Marsinah pada 18 Mei 2026 sebagai bentuk rangkaian perayaan May Day.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.