Sebelumnya
"MBG menjadi offtaker 165 juta petani Indonesia," pungkasnya.
Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriansyah Noor menilai MBG memang tidak bisa dilepaskan dari konteks politik. Namun, politik yang dimaksud bukan untuk kepentingan elektoral, melainkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kalau kaitan politik, ya MBG ini memang bagian dari politik. Karena Presiden itu berasal dari parpol. Tentunya sebagai presiden yang dipilih rakyat dan didukung parpol, beliau harus menunjukkan kinerja yang baik,” ujar Afriansyah.
Baca juga : Jemaah Terpisah Rombongan, Seksus Al-Haram Sigap Menolong
Menurutnya, MBG menjadi contoh nyata program pro-rakyat, terutama dalam pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan bayi. Tak hanya dari sisi sosial, Afriansyah menyebut MBG juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Saat ini, jumlah SPPG hampir mencapai 28 ribu unit. Jika tiap unit mempekerjakan sekitar 50 orang, maka tenaga kerja yang terserap bisa mencapai sekitar 1,4 juta orang.
“Artinya pemerintah sudah menciptakan lapangan kerja dan ini meringankan beban Kementerian Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Baca juga : Idris Idham: Ini Momentum Evaluasi Sistem Kerja Kesehatan
Selain menyerap tenaga kerja, keberadaan SPPG juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal, terutama dari sisi kebutuhan bahan pangan dan distribusi. Tentunya, selama kebijakan berorientasi pada kepentingan rakyat dan memberi manfaat nyata, hal itu merupakan bagian dari politik yang sehat dan produktif.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), hingga 6 Mei 2026 terdapat 27.427 unit SPPG yang telah beroperasi. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan program MBG.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang menyatakan, ekspansi SPPG perlu didukung berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. “MBG adalah laboratorium bagi kampus. Semua fakultas bisa terlibat dan mengambil peran sesuai bidangnya,” ujar Nanik.
Baca juga : Aji Muhaharman: Investigasi Dilakukan Secara Komprehensif
Menurutnya, MBG dapat menjadi “laboratorium hidup” untuk mendorong riset lintas disiplin, mulai dari gizi, distribusi, hingga keamanan pangan. Mahasiswa juga didorong terlibat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Selain itu, BGN membuka kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk BUMN melalui program tanggung jawab sosial (CSR), untuk mempercepat pembangunan SPPG, terutama di wilayah 3T. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.