BREAKING NEWS
 

Lewat Program KELANA, KLH Kenalkan Ekosistem Mangrove dan Gambut

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 14 Mei 2026 13:06 WIB
Foto: KLH.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggelar acara bertajuk “Dari Hulu ke Hilir, Kisah Interaksi Masyarakat dan Alam” di Jakarta.

Kegiatan tersebut diisi dengan pemutaran film dokumenter dan diskusi publik yang bertujuan meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap perlindungan ekosistem mangrove dan lahan gambut.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ekosistem mangrove dan gambut sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Menurut Jumhur, mangrove dan gambut memiliki peran strategis sebagai penyimpan karbon alami sekaligus penyangga kehidupan masyarakat, termasuk menjadi sumber mata pencaharian warga di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, komitmen pemerintah dalam penguatan tata kelola mangrove diperkuat melalui mandat Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2026.

Baca juga : BINUS UNIVERSITY Siapkan Talenta Hospitality yang Adaptif dan Kompeten

Saat ini, pemerintah juga tengah menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional sebagai pedoman arah kebijakan perlindungan dan pengelolaan mangrove secara terpadu.

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur mengajak generasi muda untuk tidak hanya khawatir terhadap krisis iklim, tetapi mulai terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

“Perubahan sejati sering kali lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten di daerah masing-masing,” ujar Jumhur saat peluncuran program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda).

Peluncuran program KELANA dilakukan secara simbolis bersama jajaran KLH/BPLH, perwakilan World Bank, Puteri Indonesia Lingkungan 2024, National Geographic Indonesia, komunitas lingkungan, mahasiswa, serta pelajar SMP dan SMA.

Adsense

Program KELANA diperkenalkan melalui video edukatif yang membahas ekosistem gambut dan mangrove melalui aktivitas anak muda yang berinteraksi langsung dengan alam.

Baca juga : Hari BUMI, BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi

Video tersebut menjelaskan fungsi mangrove dan gambut sebagai penyimpan karbon alami, pengatur tata air, serta ekosistem penting dalam mitigasi perubahan iklim.

“Sekarang kita mulai dengan KELANA di mangrove. Nanti ada film tentang sampah, climate change, pencemaran, ada gambut dan sebagainya. Itu semua nanti kita kenalkan kepada anak-anak muda,” kata Jumhur.

Selain peluncuran program KELANA, acara juga menayangkan film dokumenter yang mengangkat hubungan erat masyarakat dengan ekosistem mangrove.

Film tersebut memperlihatkan peran mangrove sebagai benteng alami yang mampu meredam energi gelombang dan melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi hingga tsunami.

Tayangan mengenai tsunami Palu 2018 menjadi pengingat pentingnya pengelolaan ekosistem pesisir dan tata ruang yang berkelanjutan.

Baca juga : Lewat Program BRInita, KWT Buaran Citra Lestari Sukses Olah Tanaman Produktif

Film dokumenter itu juga menampilkan kiprah komunitas lingkungan, termasuk Mangrove Rangers di Sulawesi Tengah, yang aktif menjaga dan merawat kawasan mangrove.

“Kolaborasi permanen antara kementerian dan energi kreatif. Jadilah garda depan, jadilah digital ambassadors yang mengisi ruang siber bukan dengan keluhan, melainkan dengan narasi harapan dan solusi nyata,” pesan Jumhur kepada generasi muda.

Menurut KLH/BPLH, edukasi melalui film dokumenter menjadi media pembelajaran transformatif untuk mendorong anak muda memahami pentingnya menjaga lingkungan dan terlibat dalam aksi nyata pelestarian alam.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi KLH/BPLH dengan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) sebagai bagian dari upaya memperluas literasi lingkungan, khususnya terkait ekosistem mangrove dan gambut.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin aktif berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan dan masa depan bersama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense