BREAKING NEWS
 

Menhut Promosikan Produk Kehutanan RI Di Pasar AS

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 15 Mei 2026 15:20 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan pidato kunci dalam webinar perdagangan produk kehutanan berkelanjutan Indonesia-Amerika Serikat di Washington DC, Kamis (14/5/2026). Hadir Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo dan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan Laksmi Wijayanti. Dok. APHI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus membuka peluang pasar bagi produk kehutanan Indonesia di Amerika Serikat. Salah satunya lewat webinar internasional bertajuk Navigating U.S. Market Access for Indonesian Forest Products: Trade, Legality, and Sustainability yang digelar di Washington DC, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Kehutanan bersama Kedutaan Besar RI di Washington DC, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), dan Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI). Forum tersebut membahas akses pasar produk kehutanan Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap aspek keberlanjutan, keterlacakan, dan legalitas rantai pasok.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan hubungan perdagangan kehutanan Indonesia dan Amerika Serikat telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Menurut dia, hubungan itu dibangun atas dasar kepercayaan dan komitmen terhadap pengelolaan hutan lestari.

“Kayu lapis Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat bukan berasal dari hutan yang dikelola secara ilegal. Produk kami bersertifikat, dapat ditelusuri, dan diverifikasi legalitasnya melalui sistem SVLK+ yang menjadi salah satu sistem paling komprehensif di dunia,” ujar Raja Juli dalam pidato kuncinya.

Ia menjelaskan lebih dari 70 persen ekspor plywood Indonesia ke Amerika Serikat telah mengantongi sertifikasi FSC maupun Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+).

Baca juga : Kemenhut Dan ITTO Perkuat Kerja Sama Jaga Hutan Tetap Lestari

Raja Juli juga mendorong diversifikasi produk kehutanan Indonesia di pasar Amerika Serikat. Menurut dia, Indonesia memiliki banyak jenis kayu potensial yang dapat dimanfaatkan untuk industri konstruksi, furnitur, hingga recreational vehicle (RV).

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo menilai peluang pasar produk kehutanan Indonesia di Amerika Serikat masih sangat besar. Ia mengatakan Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemasok produk kehutanan yang legal dan berkelanjutan.

“Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menerapkan sistem legalitas kayu nasional wajib melalui SVLK+,” kata Indroyono.

Adsense

Menurut dia, permintaan pasar Amerika Serikat terhadap produk yang kompetitif dan memiliki rantai pasok berkelanjutan terus meningkat. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi produsen Indonesia memperluas pangsa pasar.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan Laksmi Wijayanti mengatakan SVLK+ terus dikembangkan mengikuti dinamika regulasi global seperti U.S. Lacey Act dan European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Baca juga : FAO Sebut Indonesia Mitra Kehutanan Paling Strategis

Menurut Laksmi, sistem tersebut mengintegrasikan aspek legalitas, keberlanjutan, keterlacakan, dan verifikasi independen dalam satu sistem nasional.

“SVLK+ membantu pembeli dan importir memahami asal-usul produk serta bagaimana kepatuhan terhadap regulasi dapat dibuktikan secara sistematis,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Soewarso mengatakan Amerika Serikat masih menjadi salah satu mitra strategis utama bagi ekspor produk kehutanan Indonesia.

Ia menyebut nilai ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Amerika Serikat pada 2025 mencapai sekitar 1,94 miliar dolar AS atau sekitar 15 persen dari total ekspor produk kayu olahan Indonesia secara global.

“Perubahan lanskap perdagangan global menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri hasil hutan. Karena itu, dialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra dagang menjadi penting untuk menjaga hubungan perdagangan yang adil dan berkelanjutan,” kata Soewarso.

Baca juga : Dubes Listyowati Promosi Wisata Medis Tanah Air Di Dhaka

Forum tersebut juga menghadirkan pembicara dari pemerintah dan asosiasi industri Indonesia maupun Amerika Serikat. Di antaranya Chief Executive Officer International Wood Products Association Ashley Amidon serta konsultan Recreation Vehicle Industry Association Mattie Amagai.

Kegiatan ini mendapat dukungan Program Multi-Stakeholder Forestry Programme Phase 5 (MFP5), kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris untuk memperkuat tata kelola kehutanan berkelanjutan dan pengakuan pasar terhadap produk kehutanan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense