Dark/Light Mode

Prabowo Subianto Dan Pesan Diplomasi ASEAN

Sabtu, 9 Mei 2026 06:59 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si

RM.id  Rakyat Merdeka - Dari analisis logis berdasarkan basis pemahaman hubungan internasional yang saya pelajari selama bertahun-tahun, pidato Presiden Prabowo Subianto di Cebu, Filipina, kemarin menyimpan pesan strategis peta kawasan.

Bisa saja banyak orang menganggap itu hanya pidato rutin KTT ASEAN dan BIMP-EAGA sekadar lewat dan jadi agenda rutin Prabowo.

Terlihat arah besar, saat ini dibangun secara perlahan melalui jalur diplomasi kawasan. Pidato Prabowo memberi banyak petunjuk penting tentang masa depan negara Asia Tenggara.

Beliau berbicara tentang energi, pangan, konektivitas antar daerah, jaringan listrik regional, sampai tekanan global akibat konflik Timur Tengah.

Sekilas terdengar seperti pidato ekonomi biasa atau arena cari panggung. Namun jika dibaca lebih dalam, ada peringatan penting geopolitik, sedang dikirim presiden kepada Asia Tenggara, namun tidak bisa dibicarakan secara telanjang, seperti saat kampanye.

Baca juga : RI Pimpin Transformasi Digital Kawasan ASEAN

Dunia hari ini bergerak menuju fase turbulensi geopolitik yang bakalan serius. Jalur perdagangan internasional sangat rawan gangguan. Perebutan energi semakin terbuka antara negara dunia. Ketika energi global terguncang, ekonomi dunia juga akan ikut bergetar sangat keras. Presiden Prabowo membaca arah itu lebih cepat.

Beliau tidak hanya membaca arah sejarah, tetapi mengarahkan layar untuk ikut memimpin sejarah Asia Tenggara. Karena itulah beliau berbicara tentang ketahanan energi juga ketahanan pangan secara bersamaan.

Dua isu ini akan menentukan kekuatan negara-negara di masa depan. Ada desain raksasa, perlahan mulai terlihat dari arah diplomasi Presiden. Indonesia saat ini mempersiapkan diri menjadi mercusuar stabilitas negara-negara Asia Tenggara. ASEAN akan diarahkan agar lebih mandiri dan lebih tahan menghadapi tekanan global. Ini adalah desain geopolitik.

Ketika Presiden Prabowo menyampaikan target tenaga surya 100 GW, itu adalah statement yang luar biasa. Indonesia sedang dipersiapkan menjadi salah satu kekuatan energi baru di Asia Tenggara. Dunia kedepan akan menghormati negara yang memiliki kekuatan energi mandiri.

Energi akan bermetamorfosis jadi alat pengaruh geopolitik yang sangat menentukan abad ini. Kawasan BIMP-EAGA, yaitu kerja sama negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina di wilayah timur ASEAN, juga sangat mungkin menjadi fokus strategis Indonesia ke depan.

Baca juga : Ersya Aurelia, Korban Pelecehan Di Lokasi Syuting

Kawasan Borneo, wilayah pesisir Asia Tenggara, dan jalur timur Asia Tenggara memiliki potensi energi dan pangan yang masif. Kawasan itu bisa menjadi pusat pertumbuhan baru ASEAN di masa depan.

Dari sanalah integrasi energi perlahan bisa dibangun. Banyak orang belum memahami bahwa diplomasi modern adalah bagian penting dari pertahanan negara. Presiden tidak cukup hanya duduk di dalam negeri sambil menunggu dunia berubah sendiri.

Pemimpin negara harus hadir membangun pengaruh juga membuka jalur kerjasama strategis. Presiden Prabowo melakukan itu secara aktif sekaligus konsisten. Beberapa tahun ke depan masyarakat kemungkinan akan mulai memahami arah yang sedang dibangun Presiden Prabowo.

Dunia memasuki era kompetisi energi, pangan, teknologi, dan pengaruh kawasan. Kawasan Asia Tenggara membutuhkan pemimpin yang mampu membaca badai sebelum badai itu tiba.

Dari Cebu, Indonesia tampaknya bersiap memainkan peran jauh lebih besar di panggung Asia Tenggara, kemudian dunia.

Baca juga : Prabowo Gunakan Maung Di KTT ASEAN Filipina

Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M. Si.

Ketua Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional DPP. Partai Golkar.

Guru Besar Hubungan Internasional BUFS Korea Selatan

Visiting Professor TSU Russia

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.