BREAKING NEWS
 

RI-Rusia Percepat I-EAEU FTA, Ditargetkan Berlaku Tahun Ini

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 19 Mei 2026 17:14 WIB
Foto: Kemendag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Rusia memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi. Salah satu fokus utama kedua negara adalah percepatan implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku pada kuartal III atau IV 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, Minggu (17/5/2026).

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan bilateral antara dirinya dan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia, pada 15 Mei 2026.

“Hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren positif. Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” kata Roro.

Roro mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 mencapai Rp 87 triliun atau naik 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut dia, Rusia merupakan mitra dagang utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU) dengan kontribusi mencapai 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Baca juga : RI Dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Strategis

Ia menjelaskan, hubungan dagang kedua negara bersifat saling melengkapi. Rusia memasok sejumlah komoditas strategis bagi Indonesia seperti batu bara, pupuk, dan baja.

Sebaliknya, Indonesia mengekspor minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao ke pasar Rusia.

“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Roro juga menyoroti perkembangan ratifikasi I-EAEU FTA yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia.

Adsense

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, tengah mempercepat proses ratifikasi domestik guna mendukung implementasi perjanjian tersebut pada 2026.

Untuk mengoptimalkan implementasi FTA, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia–EAEU Business Council bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Baca juga : Prabowo Ajak ASEAN Percepat Energi Terbarukan Dan Jaringan Listrik Trans Borneo

“Pembentukan Indonesia–EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor jasa. Indonesia dinilai memiliki sumber daya manusia terampil di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan teknologi digital yang dapat mendukung kebutuhan industri Rusia.

Dalam kesempatan tersebut, Roro turut mengundang pelaku usaha Rusia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Roro juga menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendorong hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov mengungkapkan nilai perdagangan antara Rusia dan Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir dan mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87,5 triliun pada akhir 2025.

Dalam pertemuan Komisi Gabungan Rusia–Indonesia bidang perdagangan, ekonomi, dan kerja sama teknis, Manturov mengakui proyeksi perdagangan pada 2026 direvisi sedikit menurun.

Baca juga : Wika Salim Targetkan Lepas Lajang Tahun Ini

Meski demikian, Pemerintah Rusia optimistis dinamika perdagangan kedua negara akan kembali menunjukkan tren peningkatan dalam waktu dekat.

Ia juga menyampaikan bahwa Rusia melihat peluang untuk memperluas kerja sama industri dengan Indonesia di sejumlah sektor strategis.

Beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama industri Rusia-Indonesia antara lain metalurgi, pembuatan kapal, dan farmasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense