BREAKING NEWS
 

Menteri HAM Natalius Pigai: Pers Jangan Sampai Mati

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 20 Mei 2026 19:11 WIB
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat membuka Kelas Jurnalis HAM 2026, Rabu (20/5/2026). Foto: Dede Iswadi/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan, pers adalah pilar demokrasi dan penjaga peradaban. Karena itu, pers tidak boleh mati.

Negara harus hadir melindungi kebebasan media dan menjaga marwah jurnalis di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi.

Hal itu disampaikan Pigai saat membuka Kelas Jurnalis HAM 2026, Rabu (20/5/2026). Menurut Pigai, selama ini masih muncul kesan pers kerap “dianaktirikan” oleh negara.

Karena itu, Kementerian HAM mulai membangun kemitraan strategis dengan media nasional melalui forum dialog hingga pelatihan jurnalis terkait isu hak asasi manusia.

Baca juga : Marc Klok Absen, Bojan Hodak Kembali Dampingi Persib Lawan Persijap

“Pemerintah bersama para jurnalis dan pers adalah pilar penting yang telah memberi kontribusi nyata dalam membangun peradaban,” kata Pigai.

Dia menilai, pers memiliki peran besar sebagai human rights defenders sekaligus pilar demokrasi. Karena itu, hubungan pemerintah dan media harus dibangun dalam semangat kerja sama yang sehat tanpa saling mengintervensi.

“Kami ingin menjalin kemitraan strategis yang mutualisme, tetapi tetap menjaga integritas dan kredibilitas masing-masing,” ujarnya.

Adsense

Pigai bilang, media memiliki fungsi penting mengartikulasikan kepentingan rakyat kepada pemerintah. Sebaliknya, media juga berperan mengakselerasi kebijakan pemerintah agar sampai kepada masyarakat.

Baca juga : Kemendagri Matangkan Pengembangan NTPD 112 Bersama Korea National Fire Agency

“Media yang baik adalah media yang mampu menyampaikan kritik, tuntutan, bahkan ratapan rakyat kepada pemerintah,” ucapnya.

Mantan Komisioner Komnas HAM itu mengaku tidak ingin muncul anggapan pers mati karena tekanan pemerintah. “Saya tidak mau ada tuduhan pers mati karena pemerintah. Pers tidak boleh mati, pers harus jadi besar,” tegasnya.

Pigai bahkan menyebut pers sebagai “lilin kecil di tengah lorong kegelapan”. Menurut dia, tanpa pers dunia akan gelap karena media menjadi sumber pengetahuan dan pencerahan bagi masyarakat.

“Pers itu menerangi dunia, menerangi negara, menerangi bangsa. Karena pers kita menjadi pintar dan cerdas,” katanya.

Baca juga : Menkeu & BI Optimistis Rupiah Perkasa Lagi Mulai Juli

Dia menambahkan, kontribusi pers dalam membangun peradaban manusia sangat nyata dan bahkan mampu melampaui kekuatan banyak instrumen lain.

“Pers adalah salah satu instrumen terpenting yang mengantarkan peradaban manusia sampai hari ini,” imbuhnya.

Pigai juga menyoroti tantangan dunia media di era digital yang berkembang sangat cepat tanpa batas wilayah (borderless nation). Dalam situasi itu, jurnalis disebut menghadapi tekanan dari banyak kepentingan, termasuk industri media sendiri maupun pihak lain.

Karena itu, pemerintah wajib hadir memberi perlindungan terhadap pers dan para pekerja media. “Pemerintah harus memastikan adanya proteksi dan perlindungan terhadap pers, sekaligus menjaga kehormatan dan martabat para jurnalis,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense