RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan perluasan akses pasar bagi komoditas perikanan yang dihasilkan dari program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan budidaya tematik bioflok.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mempertemukan pengelola KNMP, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) budidaya tematik, mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), UMKM, hingga ritel modern di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pertemuan tersebut melibatkan tiga KNMP, tiga KDMP, lima yayasan mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang menaungi sekitar 40 SPPG, lima UMKM, dua supplier lokal, serta satu ritel modern.
Dari kegiatan itu teridentifikasi potensi transaksi mencapai sekitar Rp1,84 miliar dengan komoditas utama berupa udang, nila, dan lele.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari fasilitasi akses pasar bagi pelaku usaha perikanan.
Baca juga : Kembangkan Produk Lokal, Sanga Sanga Perluas Industri Herbal Hingga Pasar Global
"Pertemuan tersebut sekaligus fasilitasi akses pasar bagi pelaku usaha perikanan," kata Machmud dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, business matching yang digelar di kawasan KNMP Poncosari, Bantul, itu merupakan langkah konkret Ditjen PDSPKP dalam memperkuat daya saing produk kelautan dan perikanan, sekaligus membangun rantai pasok berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
"Sinergi ini bukti bahwa kita bersama-sama bisa mendukung program penyediaan pangan bergizi berbasis protein ikan bagi masyarakat," ujarnya.
Direktur Pemberdayaan Usaha KKP Catur Sarwanto menambahkan, kegiatan tersebut diikuti perwakilan KDMP dari Bantul, Kulon Progo, dan Sleman, pengelola KNMP Poncosari Bantul, KNMP Kertajayan Purworejo, KNMP Jatimalang Purworejo, UMKM, supplier lokal, ritel modern Superindo, serta sejumlah yayasan mitra BGN.
Yayasan yang terlibat antara lain Yayasan Patriot Bangsa Mandiri, Yayasan Syakaa Rabbaka, Yayasan Permata Hati Khatulistiwa, Yayasan Patriot Solidaritas Nusantara, dan Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah.
Baca juga : Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global
Catur menegaskan, pengembangan KNMP dan budidaya tematik tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan usaha dan penguatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Bukan hanya pembangunan sarana, tapi bagaimana memastikan kawasan tersebut produktif, beroperasi secara berkelanjutan, dan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat ini juga sangat penting," tutur Catur.
Ia menambahkan, kegiatan business matching tersebut juga menjadi fasilitasi kemitraan agar produk hasil perikanan masyarakat memiliki akses pasar yang lebih luas, berkelanjutan, dan bernilai tambah.
Dalam kegiatan itu turut dilakukan penjajakan kerja sama bisnis jangka panjang yang ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI). Salah satu capaian penting dalam kegiatan tersebut yakni penandatanganan kerja sama akses pasar antara mitra SPPG Berkah Nila Jaya dengan empat KDMP budidaya tematik wilayah Yogyakarta, yakni KDMP Argomulyo Bantul, KDMP Gadingsari Bantul, dan KDMP Tamanmartani Sleman.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok ikan budidaya untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat secara berkelanjutan.
Baca juga : Pemberdayaan BRI Dongkrak Kreativitas Hijasmita Lewat Desain Hijab Modern
Selain itu, sejumlah potensi kerja sama lain juga berhasil dijajaki, di antaranya KDMP Genjahan dengan Berkah Nila Jaya, KNMP Poncosari dengan Superindo, KNMP Kertajayan dengan Superindo, KDMP Gadingsari dengan Superindo, KNMP Kertajayan dengan Yayasan Permata Hati Khatulistiwa, KDMP Argomulyo dengan Yayasan Permata Hati Khatulistiwa, serta UMKM Minarasaku dengan Yayasan Permata Hati Khatulistiwa.
"Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap realisasi transaksi serta kontinuitas pasokan hasil perikanan dari KNMP dan KDMP budidaya tematik berdasarkan hasil business matching yang telah dilaksanakan," kata Catur.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, komitmen KKP untuk memperkuat ekosistem usaha perikanan. Diantaranya melalui pengembangan akses pasar, penguatan kemitraan, dan peningkatan daya saing produk perikanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.