Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemenperin Dan HIPPINDO Buka Akses IKM Pangan Masuk Ritel Modern
Rabu, 17 Desember 2025 11:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna membuka akses industri kecil dan menengah (IKM) menjadi pemasok pasar ritel dan industri besar demi menciptakan kepastian pasar yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Beli Produk Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin menyelenggarakan Temu Bisnis (Business Matching) sektor IKM pangan dan barang gunaan dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) di Jakarta, Rabu (17/12).
“Business matching ini bukan sekadar pertemuan bisnis, tetapi bagian dari gerakan besar untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri serta meningkatkan kapasitas dan daya saing IKM agar mampu naik kelas dan memberikan multiplier effect bagi industri nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menperin menyampaikan IKM membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat sebagai tulang punggung industri nasional. Oleh karena itu, Kemenperin secara konsisten menjalankan program pembinaan berkelanjutan, antara lain melalui promosi, partisipasi pameran, pemanfaatan marketplace lokal dan global, serta kemitraan dengan industri besar.
Baca juga : AgenBRILink Permudah Akses Layanan Perbankan Bagi Masyarakat Di Perbatasan
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan kegiatan temu bisnis ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang menekankan pembangunan industri secara berkeadilan, inklusif, dan berpihak pada penguatan industri kecil.
“Pada tahun ini, kami melibatkan 53 IKM pangan untuk mengikuti business matching dengan HIPPINDO,” ujar Reni.
Ia menegaskan kemitraan tidak hanya sebatas hubungan bisnis, melainkan kewajiban strategis untuk membangun ekosistem industri yang kokoh dan berkelanjutan, sehingga pelaku usaha kecil, menengah, dan besar dapat tumbuh bersama dalam satu rantai nilai nasional.
Reni menjelaskan sektor industri pangan dipilih karena memberikan kontribusi terbesar terhadap industri pengolahan nonmigas (IPNM), yakni 37,87 persen dari nilai tambah IPNM atau 7,08 persen terhadap produk domestik bruto nasional pada triwulan III 2025. IKM pangan tercatat berjumlah 2,07 juta unit usaha dengan serapan tenaga kerja mencapai 4,56 juta orang.
Baca juga : Kemenhut Hentikan Pemanfaatan dan Pengangkutan Kayu di Sumatera
Kolaborasi antara Kemenperin dan HIPPINDO sebelumnya juga telah membuahkan hasil. Pada pelaksanaan business matching tahun lalu, tercatat potensi transaksi lebih dari Rp 40 miliar, disertai tindak lanjut berupa permintaan sampel, uji produk, negosiasi harga, hingga kerja sama white label.
“Ini menunjukkan ritel modern memiliki kebutuhan tinggi terhadap produk dalam negeri dan IKM mampu memenuhinya dengan pendampingan yang tepat,” kata Reni.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, antara lain kesiapan administratif, penyesuaian margin, serta standar kemasan ritel. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pendampingan teknis, legalitas usaha, hingga peningkatan kualitas produksi dan kemasan.
Menurut Reni, sektor ritel memiliki peran strategis sebagai penghubung produsen dan konsumen. Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil pada September 2025 tumbuh 5,8 persen secara tahunan, terutama didorong oleh kelompok makanan dan minuman.
Baca juga : Kemenperin Dan UNIDO Matangkan Kerja Sama Industri Hijau-Hilirisasi
“Ritel modern menjadi jalur penting bagi IKM untuk memperluas pasar, terlebih didukung kebijakan pemerintah yang mewajibkan kerja sama pasokan barang dengan UMKM serta alokasi ruang minimal 30 persen untuk produk dalam negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menilai, forum temu bisnis ini sangat strategis karena mempertemukan langsung produsen IKM dengan pasar ritel.
“Ini momentum agar produk IKM tidak hanya kuat di produksi, tetapi juga mampu masuk ke rantai pasok ritel dan sektor food and beverage,” katanya.
Ia berharap temu bisnis tersebut dapat ditindaklanjuti dengan uji produk, proses pencatatan (listing), hingga kerja sama komersial jangka panjang antara IKM dan pelaku ritel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya