BREAKING NEWS
 

Sepakati SOI Dengan Qatar

Menhan Perkuat Teknologi Pertahanan Darat Dan Laut

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Rabu, 3 Juni 2026 06:55 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Wakil Perdana Menteri Qatar yang juga Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdurrahman Al Thani (kanan), memeriksa pasukan saat upacara penyambutan di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: DWI PAMBUDO/RAKYAT MERDEKA/RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Qatar memperkuat hubungan strategis di bidang pertahanan melalui penandatanganan Statement of Intent (SOI) yang menjadi landasan menuju Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA).

Kesepakatan ini diharapkan membuka jalan bagi penguatan kerja sama militer, pendidikan, latihan, hingga industri pertahanan kedua negara.

Langkah tersebut dilakukan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin saat menerima kunjungan resmi Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdurrahman Al Thani di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi jembatan hukum menuju Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) yang lebih komprehensif antara kedua negara.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam memperluas jejaring kerja sama pertahanan di tingkat global.

Pertemuan yang berlangsung hangat itu tidak hanya menjadi agenda diplomasi formal, tetapi juga mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kedaulatan dan kapasitas pertahanan masing-masing.

Baca juga : Soal Hak Angket Gubernur Kaltim, Beringin Waspadai Politik Pecah Belah

Sebelum memasuki ruang sidang utama, dua menteri itu mengikuti upacara penyambutan militer. Usai lagu kebangsaan dikumandangkan, Sjafrie mengajak Al Thani berjalan menuju patung Proklamator sekaligus Presiden Pertama RI Soekarno.

Di hadapan patung Bung Karno, mereka berhenti sejenak dan memberikan penghormatan. Momen tersebut menjadi simbol hubungan bilateral yang dibangun di atas fondasi sejarah yang kuat dan semangat saling menghormati.

Bagi Sjafrie, kunjungan Al Thani memiliki makna tersendiri karena merupakan kunjungan balasan atas lawatannya ke Doha pada 12 April 2025.

“Hari ini kami merasa sangat terhormat menerima kunjungan beliau. Kita menandatangani satu kesepakatan jembatan menuju DCA yang akan mengikat kerja sama militer, latihan, pendidikan, hingga industri pertahanan kita,” ujar Sjafrie.

Adsense

Meski draf DCA masih dalam proses pembahasan oleh tim teknis kedua negara, langkah konkret telah dilakukan melalui kerja sama industri pertahanan.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Barzan Holding, perusahaan industri pertahanan Qatar dan industri pertahanan Indonesia yang difasilitasi Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kemhan.

Baca juga : Golkar: Diplomasi Presiden Perkuat Kepentingan Nasional

“Indonesia meyakini kolaborasi ini akan menghasilkan keuntungan bersama. Kita akan memperkuat kapasitas dan kerja sama pertahanan kita di masa yang akan datang, khususnya pada matra darat dan matra laut,” kata Sjafrie.

Al Thani menyambut positif kerja sama tersebut. Dia menegaskan, hubungan Indonesia dan Qatar memiliki nilai strategis, terutama di sektor pertahanan.

“Kami telah mendiskusikan banyak hal dengan sahabat saya kemarin bersama Bapak Presiden, dan hari ini kami membahasnya secara lebih terperinci. Insya Allah, langkah ini akan menuntun kita pada Perjanjian Pertahanan yang kokoh di masa depan,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Qatar dalam mempererat hubungan persahabatan dan mendukung stabilitas perdamaian internasional, Sjafrie menganugerahkan Penghargaan Dharma Pertahanan kepada Al Thani pada akhir acara.

Pemandangan menarik juga terlihat dalam prosesi penyambutan militer. Sejumlah prajurit Polisi Militer perempuan tampil di barisan depan pengawalan tamu VIP dan memimpin pergerakan rombongan.

Kehadiran mereka dinilai mencerminkan komitmen TNI terhadap kesetaraan peran prajurit perempuan dan laki-laki dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.

Baca juga : Pegadaian Kuasai Pasar Timor Leste, Raup Pembiayaan Lebih Dari 300.000 Dolar AS

Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, hubungan kerja sama antara Barzan Holding dan industri pertahanan Indonesia saat ini masih berada pada tahap penjajakan awal atau belum mengikat.

Fokus kolaborasi diarahkan pada penguatan teknologi pertahanan untuk matra darat dan matra laut, bukan pada transaksi pengadaan.

Rico juga menegaskan, dalam forum bilateral tersebut tidak ada pembahasan mengenai pengadaan tank RAF untuk Korps Marinir maupun rencana pengembangan kerja sama Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat Hercules se-Asia Tenggara di Kertajati. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 3 Juni 2026 dengan judul "Sepakati SOI Dengan Qatar Menhan Perkuat Teknologi Pertahanan Darat Dan Laut"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense