Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gara-gara Terus Bombardir Lebanon
Trump Maki Netanyahu: Anda Benar-benar Gila!
Rabu, 3 Juni 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu karena melancarkan serangan ke Lebanon.
Dalam percakapan telepon, Senin (1/6/2026), yang bocor ke media, Trump dikabarkan memaki Netanyahu dan menyebut pemimpin Israel itu “gila” karena terus melancarkan serangan militer yang berpotensi menggagalkan upaya negosiasi dengan Iran.
Media Axios, yang dikutip sejumlah media internasional, memberitakan, seorang pejabat AS yang mengetahui isi percakapan itu mengatakan, Trump menyampaikan kata-kata sangat keras kepada Netanyahu saat dia mendesak Israel menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.
“Anda benar-benar gila. Anda pasti sudah dipenjara kalau bukan karena saya yang menyelamatkanmu. Semua orang membenci Anda sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini,” semprot Trump, dilansir Times of Israel.
Sumber lain mengatakan bahwa Trump menyadari Hizbullah telah berulang kali melancarkan serangan ke Israel. Namun, dia berpendapat bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah merespons secara berlebihan dalam beberapa hari terakhir, sehingga membahayakan upaya Washington memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
Sebagaimana diketahui, Teheran menjadikan gencatan senjata di Lebanon sebagai syarat untuk mencapai kesepakatan.
Disebutkan juga, Trump mendominasi Netanyahu dalam percakapan telepon itu dan Netanyahu hanya menjawab, “Oke, oke, pastikan saja semuanya ditangani dengan baik.”
Kantor Netanyahu tidak menanggapi pemberitaan tersebut.
Baca juga : Bunga Zainal, Protes Harga Cabe Dan Bawang Makin Mahal
Pasukan Israel malah mengklaim telah merebut Kastil Beaufort (Qalaat al-Shaqif) di dekat Kota Nabatieh di Lebanon Selatan, Minggu (31/5/2026). Tidak hanya itu, pasukan Israel juga merusak hingga menjarah rumah penduduk saat meluncurkan invasi ke Lebanon Selatan.
Dikutip dari Haaretz, Senin (1/6/2026), seorang tentara cadangan Israel menjelaskan bagaimana mereka mencuri barang-barang dari rumah warga yang ditinggal pemiliknya.
“Metodenya selalu sama,” kata prajurit yang enggan disebut namanya, dikutip dari Middle East Eye, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan pengakuannya, pasukan Israel sering kali menjarah karpet, kursi, sepeda motor dan pemanas dari rumah-rumah masyarakat. Sementara di toko, mereka menjarah barang-barang dengan harga mahal. “Bahkan sabun cuci tangan di pos terdepan itu pun berasal dari Lebanon,” akunya.
Langkah Israel memicu kecaman dari sejumlah negara karena dilakukan di tengah gencatan senjata yang masih berlaku antara Israel dan Lebanon, sejak pertengahan April lalu.
Qatar menyebut operasi tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” yang dapat memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Arab Saudi mengutuk peningkatan serangan Israel di Lebanon. Dalam sebuah pernyataan, Senin (1/6/2026), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengajak komunitas internasional memikul tanggung jawab dalam mengakhiri agresi ini dan menghentikan pergerakan militer Israel yang bertujuan untuk memperluas invasi ke wilayah Lebanon.
Sementara, Kementerian Pertahanan Prancis melarang Israel ikut serta dalam pameran senjata terbesar di Prancis, Eurosatory, yang bakal diadakan di pusat pameran Paris, Nord Villepinte, pada 15-19 Juni 2026.
Baca juga : Ekspor Satu Pintu Sawit-Batu Bara Dimulai Hari Ini, Pengusaha Manut Tapi Kasih Catatan
Atase Pertahanan Israel di Prancis Kolonel Sagi Fink mengatakan, keputusan Prancis sebagai langkah yang memalukan. Terlebih lagi, Pemerintah Prancis memberi tempat bagi perwakilan Palestina untuk ikut dalam pameran tersebut.
“Kami tidak akan menyerah. Israel akan terus menjalin kerja sama dengan semua partner kami di Eropa,” ucap Fink dikutip YNet, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, Tel Aviv sangat kecewa dengan Pemerintahan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sepertinya tidak punya keinginan memperbaiki hubungan dengan Israel.
“Mereka tidak melarang keikutsertaan Amerika Serikat (AS) dalam expo. AS juga ikut dalam perang melawan Iran,” keluh Fink.
Dikutip dari Reuters, Senin (1/6/2026), Prancis melarang perwakilan Kementerian Pertahanan Israel dan semua produsen senjata terafiliasi Pemerintah ikut serta dalam Eurosatory 2026.
Hanya tiga perusahaan swasta Israel yang diperbolehkan ikut. Mereka hanya diizinkan memamerkan sistem pertahanan udara dan sistem pertahanan misil.
Akhir pekan kemarin, Prancis meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah militer Israel merebut Kastil Beaufort peninggalan Perang Salib di Lebanon, dan mengibarkan benderanya di atas landmark strategis tersebut.
Gencatan Senjata
Duta Besar (Dubes) Lebanon untuk PBB Ahmad Arafa mengatakan, Israel terus melakukan pelanggaran.
Baca juga : Saling Serang Lagi, Perang AS vs Iran Nggak Beres-beres
“Lebanon telah mematuhi gencatan senjata secara penuh dan menyeluruh,” kata Dubes Arafa dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Lebanon, Senin (1/6/2026).
Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri mengatakan, Hizbullah siap melakukan gencatan senjata penuh dan segera dengan Israel.
Penasihat utama Berri, Ali Hamdan, juga menyebut bahwa pihaknya menyampaikan hal itu kepada Pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
“Saya menelepon Dubes AS untuk Beirut, Michel Issa, pada Minggu (31/5/2026) dan mengatakan kepadanya atas nama Ketua Parlemen Berri bahwa Hizbullah akan siap berkomitmen sepenuhnya terhadap gencatan senjata yang menyeluruh. Kami siap untuk menjaminnya,” kata Hamdan kepada Axios. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 3 Juni 2026 dengan judul "Gara-gara Terus Bombardir Lebanon Trump Maki Netanyahu: Anda Benar-benar Gila!"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya