BREAKING NEWS
 

Siap Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Brian Ajak PTS Mencetak SDM Unggul

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 15 Juni 2026 06:55 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam Rapat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), yang digelar di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Minggu, (14/6). Foto: kemdiktisaintek

RM.id  Rakyat Merdeka - Perguruan Tinggi Swasta (PTS) memegang peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi, sekaligus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Di tengah bonus demografi dan tantangan ekonomi, kolaborasi antarkampus, industri dan Pemerintah menjadi kunci agar pendidikan tinggi mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, kemajuan bangsa sangat ditentukan kualitas SDM yang dihasilkan perguruan tinggi. Bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia harus dimanfaatkan optimal agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi tantangan di masa depan.

“Kemajuan bangsa kita sangat bergantung pada SDM. Perguruan tinggi merupakan tulang punggung utama dalam menyiapkan SDM unggul tersebut. Saat ini kita dihadapkan pada pilihan apakah bonus demografi akan menjadi kekuatan atau justru tantangan bagi Indonesia,” kata Brian saat menghadiri rapat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) yang digelar di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa turut berdampak pada akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi nasional agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Baca juga : Anis Matta Minta Parpol Tak Terbawa Arus Opini

Brian menilai, masih terbuka ruang yang besar bagi PTS untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang bermutu bagi masyarakat. Selain itu, perguruan tinggi juga dituntut membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dengan dunia industri, Pemerintah Daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lain agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga mengapresiasi berbagai terobosan yang telah dilakukan sejumlah PTS. Mulai dari pengelolaan lingkungan, penguatan kewirausahaan mahasiswa, hingga pengembangan model pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Adsense

Berbagai inovasi tersebut dinilai dapat menjadi contoh praktik baik yang direplikasi kampus lain di berbagai daerah.

Pada kesempatan itu, Brian menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan perguruan tinggi, dosen dan tenaga kependidikan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul Indonesia.

Baca juga : Usung Semangat Abeh Ube Abeh, Dek Gam Ingin Jadikan Aceh Lumbung Suara PAN

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berkomitmen terus melakukan penyederhanaan regulasi dan membuka ruang dialog dengan PTS.

Berbagai masukan dari APTISI dan para pimpinan perguruan tinggi akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inklusif dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menekankan, pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya bertumpu pada peningkatan akses pendidikan, juga harus memperkuat relevansi pendidikan, karakter kebangsaan, serta pelestarian budaya lokal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional baru mencapai 32,89 persen, masih di bawah rata-rata dunia yang mencapai 40 persen.

Menurut Fauzan, perguruan tinggi harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Baca juga : Dony Oskaria: Danantara Tak Sama Dengan 1MDB

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara ilmu yang jauh dari realitas sosial, tetapi harus hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa. Masa depan Indonesia ditentukan oleh sejauh mana pendidikan mampu menghadirkan harapan bagi rakyatnya,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Kemendiktisaintek mendorong pembentukan konsorsium perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan daerah. Model tersebut telah diterapkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melibatkan 27 perguruan tinggi dalam penanganan persoalan stunting, kemiskinan dan pengangguran melalui berbagai program, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 15 Juni 2026 dengan judul "Siap Menuju Indonesia Emas 2045 Menteri Brian Ajak PTS Mencetak SDM Unggul"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense