RM.id Rakyat Merdeka - Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi memperkuat sinergi untuk mempercepat lahirnya ribuan desa ekspor di Indonesia.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi langkah konkret mempercepat ekspor produk unggulan desa sekaligus memangkas hambatan mutu, sertifikasi, dan ketertelusuran produk.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan, kerja sama itu menjadi momentum penting karena peran Barantin tidak lagi hanya menjaga biosekuriti, tetapi juga mendorong percepatan perdagangan dan ekspor-impor nasional melalui desa.
Menurutnya, target Kemendes membentuk 5.000 desa ekspor hingga 2029 hanya bisa tercapai jika persoalan mendasar produk desa segera diselesaikan.
"Komoditas desa masih menghadapi empat persoalan utama, yakni standar mutu dan keamanan pangan, sertifikasi, traceability atau ketertelusuran, serta keamanan komoditas itu sendiri. Kalau tidak didampingi, cita-cita melahirkan ribuan desa ekspor akan sulit tercapai," ujar Karding dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Baca juga : Bertemu Menkeu China, Purbaya Perkuat Kerja Sama Pembiayaan Pembangunan
Ia menegaskan, pasar internasional kini menuntut produk yang aman, memiliki asal-usul yang jelas, serta dapat dipercaya. Karena itu Barantin akan memberikan pendampingan intensif melalui pilot project di sejumlah desa yang ditetapkan Kemendes.
"Kami sudah menyiapkan tim. Kami akan mengedukasi soal mutu, membantu sertifikasi, memastikan traceability, hingga keamanan produk. Kita ingin kerja sama ini benar-benar bekerja, bukan sekadar MoU di atas kertas," tegasnya.
Karding mengungkapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditargetkan sudah ditandatangani dalam waktu tidak lebih dari satu bulan sehingga pendampingan dapat segera dimulai.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyebut kolaborasi dengan Barantin merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi produk desa.
Dia menjelaskan, dari target 5.000 desa ekspor, saat ini baru terdapat 338 desa yang berhasil menembus pasar internasional dengan nilai transaksi hampir Rp1 triliun.
Baca juga : Prabowo Dan Presiden Jerman Sepakat Tingkatkan Perdagangan
"Bayangkan baru 338 desa ekspor saja nilainya hampir Rp1 triliun. Kalau sudah ribuan desa menjadi pelaku ekspor, desa akan menjadi penyumbang devisa negara yang sangat besar," kata Yandri.
Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup pertukaran data, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan literasi ekspor bagi pemerintah desa dan pelaku usaha desa.
Kemendes bersama Barantin juga akan memetakan desa-desa potensial yang dijadikan proyek percontohan. Salah satu lokasi pilot project direncanakan berada di Jawa Barat.
Yandri mengatakan berbagai produk desa sebenarnya sudah mampu menembus pasar internasional, mulai dari kopi, gula aren, ikan koi, minyak kemiri, hingga alat musik kendang jimbe yang telah diekspor ke puluhan negara.
Ia menambahkan, konsep desa ekspor yang dikembangkan Pemerintah bertujuan memangkas rantai distribusi sehingga produk desa bisa langsung dijual ke pembeli di luar negeri tanpa melalui banyak perantara.
Baca juga : AS Dan Iran Sepakat Damai, Trump Buka Blokade Selat Hormuz
"Kalau langsung diekspor dari desa, keuntungan masyarakat bisa meningkat sekitar 30 persen karena rantai distribusinya dipotong. Buyer dari luar negeri langsung bekerja sama dengan BUMDes," ujarnya.
Menurut Yandri, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kementerian dan lembaga bekerja sebagai "superteam" melalui kolaborasi lintas sektor dalam membangun desa dan memperkuat perekonomian nasional.
Dengan sinergi Barantin dan Kemendes, pemerintah optimistis semakin banyak desa mampu memenuhi standar perdagangan internasional sehingga menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi sekaligus penyumbang devisa negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.