RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Pelatihan Coaching dan Mentoring dalam Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur di Jakarta pada 29–30 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Pelatihan diikuti pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT), Administrator, Pengawas, dan Pejabat Fungsional BPIP. Program tersebut merupakan hasil kerja sama BPIP dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan.
Kepala Biro Umum dan SDM BPIP Fitri Suhariyadi mengatakan pengembangan kompetensi aparatur tidak lagi cukup dilakukan melalui pelatihan klasikal semata. Menurutnya, diperlukan proses pembelajaran yang berkelanjutan agar ASN mampu menjawab tantangan birokrasi modern.
Baca juga : Dubes Faizal Chery Perkuat Diplomasi Lewat Peluncuran Loka Budaya
"Pengembangan kompetensi yang berkelanjutan melalui coaching dan mentoring merupakan kunci untuk menghadirkan ASN yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan organisasi publik yang modern dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Fitri.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat budaya belajar di lingkungan BPIP melalui pendekatan social learning sebagai implementasi konsep ASN Corporate University (ASN Corpu).
Menurut Fitri, metode coaching dan mentoring dinilai efektif membangun karakter, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memperkuat kolaborasi di lingkungan kerja. Pendekatan ini juga dinilai relevan untuk membimbing ASN, khususnya dari kalangan Generasi Z, agar mampu menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Baca juga : Menko Zulhas Minta SPPG Belanja Bahan Di Kopdes
Fitri menegaskan, program tersebut sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan SDM sebagai salah satu prioritas nasional. Karena itu, BPIP berkomitmen terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan birokrasi yang semakin dinamis.
Ia menambahkan, coaching dan mentoring diharapkan menjadi katalis perubahan budaya kerja di lingkungan BPIP. Melalui pendekatan tersebut, para pimpinan tidak hanya berperan sebagai atasan, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu mendorong peningkatan kompetensi, produktivitas, dan inovasi pegawai.
"Dengan budaya coaching dan mentoring yang kuat, kita ingin membangun birokrasi yang adaptif terhadap perubahan, produktif dalam bekerja, dan berorientasi pada hasil. Pada akhirnya, hal tersebut akan memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila," tuturnya.
Baca juga : CKB Logistics Perkuat Kolaborasi Lewat Supply Chain Forum 2026
Melalui pelatihan ini, BPIP berharap seluruh peserta dapat menerapkan praktik coaching dan mentoring di unit kerja masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, mempercepat pengembangan talenta ASN, sekaligus memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan birokrasi di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.