BREAKING NEWS
 

Sekolah Garuda Beroperasi 20 Juli, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Unggul

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 8 Juli 2026 18:57 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie (dua kiri) berfoto usai menjadi pembicara pada Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Pemerintah memastikan empat Sekolah Garuda mulai beroperasi pada 20 Juli 2026.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai mengoperasikan empat Sekolah Garuda pada 20 Juli 2026 sebagai bagian transformasi pendidikan nasional. Program ini membuka akses pendidikan unggul bagi siswa berprestasi dari seluruh Indonesia tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Sekolah berasrama tersebut disiapkan untuk mencetak talenta unggul di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) agar mampu bersaing di tingkat global.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan, pemerintah meyakini talenta terbaik Indonesia tersebar hingga ke berbagai pelosok. Kesempatan memperoleh pendidikan unggul harus tersedia bagi seluruh siswa yang memiliki kemampuan akademik terbaik.

"Talenta ada di mana-mana, tetapi kesempatan tidak ada di mana-mana," ujarnya dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "SMA Kelas Dunia untuk Indonesia Emas 2045" yang dikutip Rabu (8/7/2026).

Forum tersebut juga menghadirkan Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo dan Kepala SMA Unggul Garuda Bulungan, Kalimantan Utara, Adhi Sulandani Pangreksa. Ketiganya membahas pemerataan pendidikan unggul, kesiapan operasional Sekolah Garuda, serta dampaknya terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Stella melanjutkan, Indonesia telah memiliki sejumlah sekolah unggulan yang melahirkan lulusan berkualitas. Akses terhadap sekolah tersebut masih terbatas bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca juga : Lahan Terbengkalai, Pemerintah Evaluasi Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara

Stella mengatakan, Sekolah Garuda hadir agar kondisi ekonomi tidak lagi menjadi penghalang memperoleh pendidikan terbaik. Program tersebut menyasar siswa berprestasi dari seluruh daerah di Indonesia.

"Yang dituju adalah mereka yang paling pintar dan paling berprestasi," katanya.

Sekolah Garuda dikembangkan melalui dua skema. Skema pertama ialah Sekolah Garuda Baru yang dibangun di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan berkualitas, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Empat Sekolah Garuda Baru berada di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Bulungan, Kalimantan Utara. Seluruhnya dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Juli 2026.

Skema kedua ialah Sekolah Garuda Transformasi. Program ini memperkuat SMA dan Madrasah Aliyah (MA) unggulan melalui peningkatan sistem pembelajaran, pengembangan siswa, dan tata kelola sekolah.

Adsense

"Kami tidak mengganti gedung dan tidak mengganti guru. Yang kami perbaiki adalah sistemnya," ujarnya.

Baca juga : Jakarta Darutat Judi Online, Pramono Pramono Minta Penindakan Tegas

Stella menerangkan, kualitas guru menjadi fondasi utama keberhasilan Sekolah Garuda. Seleksi kepala sekolah dan tenaga pendidik dilakukan secara ketat.

Pemerintah juga menyiapkan tunjangan khusus dan rumah dinas bagi guru serta kepala sekolah. Fasilitas tersebut diharapkan menarik tenaga pendidik terbaik mengajar di berbagai daerah.

"Sekolah tidak akan berhasil tanpa guru yang berkualitas," terang Stella.

Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo mengatakan, pembangunan Sekolah Garuda Baru memberikan manfaat bagi pendidikan sekaligus perekonomian daerah. Proyek tersebut melibatkan sekitar 1.500 tenaga kerja, termasuk pekerja lokal.

"Dengan tenaga kerja yang ada, saya yakin pembangunan bisa selesai," ujar Irham.

Irham mengungkapkan, kehadiran Sekolah Garuda mendorong pemerintah daerah memperkuat pembinaan siswa sejak jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Dia berharap kualitas pendidikan di Konawe Selatan semakin mampu bersaing dengan daerah lain.

Baca juga : Resmikan SDH Global Bali, PHG Komit Bangun Pendidikan Berkualitas

"Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas pendidikan kita masih tertinggal," kata Irham.

Kepala SMA Unggul Garuda Bulungan, Kalimantan Utara Adhi Sulandani Pangreksa mengatakan, Sekolah Garuda tetap menggunakan kurikulum nasional. Pembelajaran diperkuat melalui pengembangan akademik, kepemimpinan, dan karakter.

Adhi menjelaskan, pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia. Lulusan juga diharapkan kembali berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

"Kami akan terus berinovasi mengantarkan siswa terbaik ke universitas top dunia," ujar Adhi.

Pemerintah menegaskan Sekolah Garuda berbeda dengan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin dan rentan. Sementara Sekolah Garuda mempersiapkan siswa berprestasi agar memiliki daya saing global di bidang sains dan teknologi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense