RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi memulai pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya sebagai upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih, modern, dan berkelanjutan.
Pembangunan PSEL ini merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, serta sinergi lintas sektor.
PSEL Denpasar Raya dirancang memiliki kapasitas pengolahan 1.400 ton sampah per hari. Masa konstruksi diperkirakan berlangsung sekitar 18 bulan dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. Selain menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di Denpasar Raya, proyek ini juga diharapkan menjadi model pengembangan fasilitas waste to energy di berbagai daerah.
Baca juga : Pemerintah Kebut Pengembangan Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan PSEL Denpasar Raya menjadi tonggak perubahan tata kelola persampahan nasional yang dimulai dari Bali.
"Bali memulai langkah besar menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang baik akan menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia," ujar Zulhas dalam keterangannya, Rabu (8/7).
Dimulainya pembangunan PSEL ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) sebagai bagian dari percepatan pengembangan fasilitas tersebut di Bali.
Baca juga : Lahan Sawah Menyusut, Daerah Diminta Bertindak
Pemerintah juga melibatkan Danantara Indonesia dalam proyek ini guna memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur strategis nasional, termasuk pengembangan PSEL di berbagai daerah.
Acara tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara, CEO Danantara Indonesia, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Bali I Wayan Koster, serta para kepala daerah dan pemangku kepentingan.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali, sepanjang 2025 Pulau Dewata menerima lebih dari 16 juta wisatawan. Sektor pariwisata juga menyumbang lebih dari 65 persen terhadap perekonomian daerah. Karena itu, penyelesaian persoalan sampah dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas destinasi wisata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Portugal Vs Kroasia, Ini Rahasia Luka Modric Tetap Bersinar
Zulhas menegaskan keberhasilan PSEL Denpasar Raya diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Keberhasilan PSEL Denpasar Raya akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," tegasnya.
Pemerintah memastikan percepatan pembangunan PSEL akan terus berlanjut. Setelah Denpasar Raya, pembangunan PSEL Kota Bekasi dan PSEL Bogor Raya 1 juga akan segera dimulai sebagai bagian dari strategi nasional pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di berbagai wilayah Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.