BREAKING NEWS
 

Abdul Rivai Ras Dorong Transformasi PTPN I Lebih Progresif

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 10 Juli 2026 17:24 WIB
Foto: PTPN I.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras menegaskan, transformasi yang dijalankan perusahaan harus dipercepat agar mampu menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis.

Menurutnya, penguatan tata kelola, digitalisasi, dan kolaborasi menjadi kunci untuk membawa PTPN I menjadi korporasi agribisnis berkelas dunia.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Rivai Ras di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Dirut yang baru sepekan menjabat tersebut mengatakan, transformasi yang telah berjalan menunjukkan arah yang tepat, namun membutuhkan energi yang lebih besar, terukur, dan lebih progresif agar mampu mendorong peningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh.

"Industri perkebunan atau farming adalah main course atau menu utama sebagai penyedia bahan baku industri manufaktur. Industri ini tidak akan mati selama masih ada kehidupan. Oleh karena itu, kita harus memperkuat semua lini dengan modernisasi dan profesionalisme agar perusahaan berkembang lebih progresif," ujar Abdul Rivai Ras.

Doktor Ilmu Politik bidang Kebijakan Pertanahan itu menjelaskan, industri perkebunan memiliki peran strategis karena tidak hanya menghasilkan bahan baku pangan, tetapi juga menjadi sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di berbagai daerah.

Baca juga : Kemenkop dan Kemenpar Transformasi Pokdarwis Lewat Koperasi

"Kita harus bertransformasi dengan cepat dan masif bukan hanya untuk mengejar profit, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Perkebunan menyerap tenaga kerja paling besar dalam rantai ekonomi dan membuka kesempatan kerja bagi berbagai lapisan masyarakat," tuturnya. 

Menurut Abdul Rivai Ras, industri perkebunan saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari persaingan global, fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, hingga percepatan digitalisasi.

"Mengelola PTPN I hari ini bukan lagi sekadar mengelola kebun atau mengejar target produksi. Amanah ini adalah tanggung jawab membangun korporasi negara yang mampu bersaing di tingkat global, adaptif terhadap perubahan, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat," ingatnya.

Adsense

Untuk mewujudkan visi tersebut, PTPN I menetapkan lima pilar transformasi sebagai fondasi pengembangan perusahaan, yakni penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), penguatan manajemen risiko, digitalisasi manajemen, optimalisasi aset negara, serta penguatan sinergi kelembagaan.

Pada aspek tata kelola, Abdul Rivai menegaskan, seluruh proses bisnis harus dijalankan secara transparan, akuntabel, profesional, dan patuh terhadap regulasi sebagai fondasi membangun kepercayaan para pemangku kepentingan.

Baca juga : Irjen Wibowo Resmi Jadi Kakorlantas, Irjen Agus Titip Transformasi Polantas

Sementara pada penguatan manajemen risiko, PTPN I melakukan restrukturisasi organisasi melalui integrasi Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko guna meningkatkan kemampuan perusahaan menghadapi berbagai tantangan bisnis, termasuk fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global," jelasnya.

Abdul Rivai juga menekankan digitalisasi bukan sekadar pemanfaatan teknologi, melainkan perubahan budaya kerja yang mengedepankan efisiensi, kecepatan, akurasi, dan pengambilan keputusan berbasis data melalui penerapan smart farming, digitalisasi proses bisnis, dan integrasi sistem informasi.

Selain itu, optimalisasi aset negara diarahkan agar seluruh aset yang dikelola PTPN I memberikan produktivitas dan nilai ekonomi maksimal sekaligus menciptakan manfaat bagi masyarakat melalui kemitraan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi di wilayah operasional perusahaan.

Pilar terakhir adalah penguatan sinergi kelembagaan. Menurut Abdul Rivai, keberhasilan transformasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, DPR, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Baca juga : Komut Pertamina Dorong Transformasi Kepemimpinan-Budaya HSSE di Jawa Timur

Diingatkannya, transformasi bukanlah pekerjaan satu orang atau satu institusi. Ini adalah gerakan bersama untuk membangun PTPN I menjadi perusahaan agribisnis nasional yang mampu berdiri sejajar dengan perusahaan-perusahaan perkebunan terbaik di dunia.

"Dengan tata kelola yang kuat, digitalisasi, inovasi, serta kolaborasi yang solid, kami optimistis PTPN I akan menjadi korporasi yang semakin profesional, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia," pungkas Abdul Rivai Ras.

Melalui implementasi lima pilar tersebut, PTPN I menegaskan arah baru perusahaan menuju korporasi agribisnis berkelas dunia yang mengedepankan tata kelola yang baik, inovasi, keberlanjutan, efisiensi, serta kolaborasi untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai motor penggerak industri perkebunan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense