RM.id Rakyat Merdeka - Director Climate Policy Initiative, Tiza Mafira menilai, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kredibilitas perdagangan karbon sektor kehutanan.
Menurutnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap proyek karbon berjalan sesuai standar sehingga mendapat kepercayaan pasar, baik di dalam maupun luar negeri.
Tiza menjelaskan, mekanisme perdagangan karbon hutan saat ini dijalankan melalui skema carbon offset resmi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026.
Baca juga : ESGIN dan Agraus Resources Percepat Pengembangan Proyek Karbon
"Peran Menhut sangat sentral dan krusial sebagai gatekeeper utama," ujar Tiza di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), Kementerian Kehutanan bertugas melakukan validasi sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan proyek karbon.
Mekanisme tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya klaim ganda (doublec ounting) yang dapat menurunkan kepercayaan pasar.
Baca juga : Menhut Perkuat Tata Kelola untuk Tekan Angka Karhutla
"Lewat Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), Kemenhut memvalidasi dan mengawasi jalannya proyek agar tidak terjadi klaim ganda atau double counting, sehingga menjaga kepercayaan pasar baik domestik maupun internasional," jelas Tiza.
Ia menambahkan, prospek perdagangan karbon sektor kehutanan Indonesia ke depan juga sangat bergantung pada tingkat kepercayaan pasar terhadap kualitas unit karbon yang dihasilkan.
Menurut Tiza, tingkat kepercayaan tersebut akan menjadi faktor penentu apakah karbon hutan Indonesia mampu memperoleh harga premium di pasar karbon global.
Baca juga : Balsa Sekulic Antusias Jalani Petualangan Baru Bersama Persib
"Perlu dilihat nanti harga pasar karbon hutan Indonesia seperti apa, apakah cukup dipercaya pasar sehingga bisa mendapatkan harga premium atau tidak," tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.