RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian terus menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lulusan SMK binaan Kementerian Perindustrian memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor manufaktur.
Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan vokasi menjadi fokus utama pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan siap memasuki dunia kerja.
Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan di SMK-SMAK dan SMK-SMTI binaan Kementerian Perindustrian selama ini dirancang agar selaras dengan perkembangan kebutuhan industri.
Baca juga : Laboratorium PTSI Modern dan Terintegrasi, Beri Manfaat Signifikan bagi Industri
"Penyelenggaraan pendidikan di SMK Kementerian Perindustrian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang kompeten dan siap kerja. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelarasan kurikulum dengan standar kompetensi industri, pelaksanaan praktik kerja industri berbasis sistem ganda, penguatan teaching factory dan kelas industri, serta sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi," kata Doddy pada kegiatan Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI serta Studium Generale Serentak Tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7/2026).
Doddy mengatakan strategi tersebut terbukti mampu menghasilkan lulusan yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63,7 persen dari total 2.369 lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah terserap bekerja di berbagai perusahaan manufaktur.
"Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," ujarnya.
Baca juga : PGN Pasok Gas Ke Pabrik Sepeda Di Semarang, Dukung Industri Hijau
Lulusan SMK binaan Kementerian Perindustrian telah bekerja di berbagai perusahaan manufaktur nasional, di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, PT Adhi Chandra Jaya, serta sejumlah perusahaan manufaktur lainnya.
Selain mencatat tingkat penyerapan kerja yang tinggi, sekolah vokasi Kementerian Perindustrian juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1:12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1:10,7. Artinya, setiap satu kursi di SMK Kementerian Perindustrian diperebutkan sekitar 12 calon peserta didik.
Doddy menegaskan, tingginya minat masyarakat menjadi dorongan bagi BPSDMI untuk terus meningkatkan mutu pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan industri.
Baca juga : Wujudkan Kedaulatan Pangan, Gerindra Terus Suarakan Petani Harus Sejahtera
"Untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi, BPSDMI akan terus memperkuat pembinaan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMK-SMAK dan SMK-SMTI. Langkah ini diarahkan untuk menjaga konsistensi mutu, meningkatkan tata kelola satuan pendidikan, serta memastikan setiap program pendidikan menghasilkan lulusan yang semakin kompeten, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan industri," katanya.
Ia menambahkan, BPSDMI juga menyiapkan pendampingan bagi lulusan yang belum terserap dunia kerja. Selama tiga bulan pertama, lulusan akan mendapat asistensi pencarian kerja. Jika dalam enam bulan belum memperoleh pekerjaan, mereka akan difasilitasi mengikuti program penguatan kompetensi spesifik maupun pemagangan guna mempercepat penempatan di industri.
Dengan berbagai upaya tersebut, BPSDMI berharap pendidikan vokasi industri mampu terus memasok tenaga kerja terampil yang mendukung daya saing sektor manufaktur sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.