BREAKING NEWS
 

Ini Cara Kemenperin Bikin Lulusan Vokasi Lebih Siap Kerja

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 21 Juli 2026 13:45 WIB
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Sidik Herman. (Foto: DIT/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan National Dual Vocational Education and Training (National DVET) 2026 sebagai upaya memperkuat keterkaitan (link and match) antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Program ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Sidik Herman mengatakan National DVET bukan sekadar rangkaian seminar, tetapi ruang belajar bersama yang mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, industri, serta mitra pembangunan internasional.

"Hari ini kita meluncurkan National DVET. Saya berharap National DVET tidak dipandang hanya sebagai sebuah kegiatan atau rangkaian seminar. National DVET adalah ruang belajar bersama," kata Sidik saat membuka National DVET 2026 di Gedung PIDI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, forum tersebut menjadi wadah bertemunya pengalaman Indonesia, Swiss, dan Jerman dalam mengembangkan sistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Selain itu, National DVET juga menjadi ruang berbagi praktik-praktik terbaik agar dapat diterapkan lebih luas di seluruh ekosistem pendidikan vokasi Indonesia.

Baca juga : Hadapi Era AI Dan Industri Hijau, Kemenperin Perkuat Pendidikan Vokasi

Sidik menjelaskan, penguatan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pendidikan vokasi. Menurutnya, sekolah tidak bisa berjalan sendiri, begitu pula industri tidak dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja tanpa keterlibatan lembaga pendidikan.

"Yang lebih penting lagi, kita berhasil membangun sebuah budaya baru, yaitu budaya kolaborasi. Budaya bahwa sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Industri pun tidak dapat bekerja sendiri. Keduanya harus menjadi mitra yang setara dalam menyiapkan talenta masa depan," ujarnya.

Adsense

Kemenperin melalui BPSDMI telah menjalin kerja sama dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) sejak 2018 melalui Program Skills for Competitiveness (S4C). Pada tahun yang sama, BPSDMI juga memperkuat kolaborasi dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET System Reform).

Kerja sama tersebut kini berlanjut melalui Program Skills for Competitiveness (S4C) fase kedua bersama Swisscontact serta program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) bersama GIZ.

Baca juga : Gandeng Swiss Dan Jerman, Kemenperin Cetak SDM Industri Kelas Global

Menurut Sidik, kolaborasi tersebut telah menghasilkan berbagai capaian, mulai dari penyediaan hibah peralatan praktik, peningkatan kapasitas guru, dosen, instruktur, mahasiswa, dan praktisi industri, hingga pengembangan perangkat pembelajaran dan model kemitraan antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha.

BPSDMI juga terus memperkuat transformasi pendidikan vokasi melalui pengembangan sistem pembelajaran ganda (dual system), pelatih di tempat kerja (workplace trainer), penguatan Career Development Center, serta digitalisasi layanan pendidikan vokasi agar lulusan semakin mudah terserap di dunia kerja.

Selama tiga hari pelaksanaan, National DVET 2026 membahas tiga isu strategis, yakni Industrial Based Curriculum, Structured Internship, dan Green Jobs bagi kawasan industri berbasis lingkungan.

Sidik menilai ketiga tema tersebut menjadi fondasi dalam membangun pendidikan vokasi yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan. Menurutnya, lulusan vokasi tidak lagi cukup hanya siap bekerja, tetapi juga harus siap belajar, beradaptasi, berinovasi, dan memimpin perubahan.

Baca juga : Saatnya Hentikan Korupsi Di Daerah

Ia mengajak pemerintah, dunia usaha, industri, lembaga pendidikan, asosiasi profesi, serta mitra pembangunan internasional untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem vokasi yang adaptif, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

"Kami berharap berbagai metode, perangkat, dan praktik baik yang dibagikan melalui National DVET dapat diadopsi oleh semakin banyak institusi pendidikan maupun perusahaan," kata Sidik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense