Dark/Light Mode

Gandeng Swiss Dan Jerman, Kemenperin Cetak SDM Industri Kelas Global

Selasa, 21 Juli 2026 13:29 WIB
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi. (Foto: Kemenperin)
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Swiss dan Jerman memperkuat kemitraan strategis dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang mampu bersaing di tingkat global.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin bersama Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) dan Swisscontact, serta Pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

Kerja sama itu menjadi bagian dari penyelenggaraan National Dual Vocational Education and Training (DVET) 2026yang berlangsung pada 21–23 Juli 2026 sebagai forum penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tantangan industri saat ini, mulai dari digitalisasi, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), otomatisasi, hingga transisi ekonomi hijau menuntut ketersediaan SDM yang adaptif dan memiliki kompetensi global.

Baca juga : Percepat Pemulihan Aceh, Kementerian PU Tuntaskan Jembatan Pantai Dona

"Karena itu, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas nasional dan merupakan fondasi utama pembangunan SDM industri," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, kemitraan internasional menjadi salah satu strategi untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan vokasi sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri manufaktur modern.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan kerja sama dengan Swiss dan Jerman telah berlangsung sejak 2018 melalui program Skills for Competitiveness (S4C) bersama SECO dan dukungan GIZ dalam reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET) di Indonesia.

Komitmen tersebut kini berlanjut melalui program S4C Fase 2 bersama Swisscontact dan program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) yang didampingi GIZ.

Baca juga : Datangi Kejagung, Sudirman Said Diperiksa sebagai Saksi Kasus Petral

Doddy menyebut kolaborasi tersebut telah menghasilkan berbagai capaian, mulai dari penyediaan hibah peralatan praktik modern di satuan pendidikan, peningkatan kapasitas ribuan tenaga pendidik dan peserta didik, hingga penguatan kelembagaan sesuai standar industri manufaktur terkini.

"Yang tidak kalah penting, kita berhasil membangun sebuah budaya baru, yaitu budaya kolaborasi. Sekolah dan industri tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri; keduanya harus menjadi mitra yang setara dalam mencetak talenta masa depan," ujarnya.

BPSDMI juga terus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri melalui penguatan sistem pendidikan ganda (dual system), pelatihan In-Company Trainer, pengembangan Career Development Center, serta digitalisasi layanan vokasi guna meningkatkan penyerapan lulusan di sektor manufaktur.

Head of Cooperation (Economic Cooperation and Development) SECO, Violette Ruppanner, mengatakan investasi pada keterampilan merupakan investasi bagi manusia, dunia usaha, dan daya saing ekonomi.

Baca juga : Jubir Gerindra Dukung KDMP Kelola Tambang

"Sepanjang kemitraan ini, kita memiliki satu ambisi sederhana, yakni mendekatkan dunia pendidikan dan industri. Ketika perusahaan aktif membantu menyusun kurikulum, menyediakan magang terstruktur, dan berinvestasi pada talenta masa depan, semua pihak akan diuntungkan," ujarnya.

Sementara itu, Deputy Country Director GIZ Shameer Khanal menilai transformasi industri menuju ekonomi hijau hanya dapat berjalan apabila didukung tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

"Kegiatan hari ini adalah tentang berinvestasi pada manusia. Tidak ada transisi hijau yang dapat berhasil tanpa tenaga kerja yang dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan yang tepat," katanya.

Melalui National DVET 2026, para pemangku kepentingan membahas sejumlah isu strategis, antara lain penguatan In-Company Trainer, Teaching Factory, kurikulum berbasis industri, magang terstruktur, serta pengembangan green jobs di kawasan industri berbasis lingkungan. Forum tersebut diharapkan menjadi langkah memperluas implementasi pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri dan mendukung transformasi manufaktur nasional menuju industri hijau.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.