BREAKING NEWS
 

Menperin Sampaikan 3 Pesan Pemerintah Untuk Industri Otomotif Di GIIAS 2026

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 30 Juli 2026 14:44 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan tiga pesan utama pemerintah kepada pelaku industri otomotif nasional saat membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026).

Agus mengatakan, industri otomotif tidak lagi dipandang sekadar sebagai sektor penjualan kendaraan, tetapi menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur industri dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Ketika pemerintah berbicara mengenai otomotif, kami tidak sedang berbicara tentang penjualan kendaraan. Kami sedang berbicara tentang ketahanan struktur industri nasional,” kata Agus.

Pesan pertama, lanjutnya, adalah bahwa industri otomotif merupakan bagian dari strategi ketahanan ekonomi nasional. Menurut dia, industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi 19,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan lebih dari 82 persen terhadap total ekspor nasional.

Di dalamnya, industri alat angkutan memberikan nilai tambah lebih dari Rp285 triliun serta menopang ribuan perusahaan pemasok, ratusan ribu tenaga kerja, dan penguasaan teknologi yang dibangun dalam jangka panjang.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Tampilkan Solusi Energi Terintegrasi di GIIAS 2026

Pesan kedua, pemerintah menegaskan Indonesia tengah bertransformasi dari sekadar pasar otomotif menjadi basis produksi kendaraan.

Agus menyebut produksi kendaraan nasional pada Semester I-2026 mencapai 615 ribu unit atau tumbuh 11,3 persen, sedangkan penjualan wholesales meningkat 15,9 persen menjadi 436 ribu unit. Pemerintah optimistis target penjualan domestik sebanyak 850 ribu unit pada tahun ini dapat tercapai.

Namun, menurut dia, potensi pasar Indonesia masih sangat besar mengingat rasio kepemilikan mobil baru sekitar 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Thailand yang mencapai 275 unit dan Malaysia sekitar 490 unit per 1.000 penduduk.

Adsense

“Ruang tumbuh sebesar itu tidak boleh diisi oleh produk impor. Ruang itu harus diisi oleh produksi dalam negeri,” ujarnya.

Agus juga menyoroti kinerja ekspor industri otomotif yang terus menguat. Ekspor kendaraan utuh (CBU) tumbuh 7,7 persen, ekspor completely knocked down (CKD) naik 38 persen, ekspor komponen meningkat 46 persen, sementara impor kendaraan utuh turun 49 persen.

Baca juga : Kemenperin Siapkan Insentif Fiskal Buat Kawasan Industri Hijau

“Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor kendaraan. Kita telah mulai mengekspor kemampuan untuk membuat kendaraan,” katanya.

Pesan ketiga berkaitan dengan transisi energi yang, menurut pemerintah, harus ditempuh melalui berbagai jalur teknologi. Pemerintah tidak hanya mendorong kendaraan listrik berbasis baterai, tetapi juga kendaraan hibrida, mesin pembakaran internal yang lebih efisien, serta pemanfaatan biodiesel dan bioetanol.

“Meskipun demikian, saya ingin menyampaikan posisi pemerintah secara jelas, kami tidak menempatkan satu teknologi sebagai lawan dari teknologi yang lain,” ujar Agus.

Ia mengatakan, tujuan utama pemerintah adalah menurunkan emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui penguatan industri dalam negeri.

Menurut Agus, keberhasilan transisi energi harus diikuti pendalaman industri sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga menjadi negara produsen.

Baca juga : Kementerian PU Salurkan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Di Lebak

Untuk itu, pemerintah meminta pelaku industri mempercepat realisasi investasi yang telah dikomitmenkan, memperdalam rantai pasok hingga pemasok lapis kedua dan ketiga, serta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor otomotif di kawasan.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah berkomitmen menjaga kepastian dan konsistensi kebijakan guna memberikan kepastian bagi investasi jangka panjang di sektor otomotif.

“GIIAS bukan sekadar ajang pameran kendaraan, melainkan tempat masa depan mobilitas Indonesia mulai dibangun melalui investasi, inovasi, dan penguatan industri nasional,” kata Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense