BREAKING NEWS
 

BGN Sambut Usulan Bulog Soal Beras Fortifikasi untuk MBG, Ini Alasannya

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 31 Juli 2026 22:58 WIB
Kepala BGN Sudaryono (tengah) bersama Wakil Ketua BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arum Sari (kanan) dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: IG BGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyambut baik usulan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani terkait penyediaan beras premium khusus yang diperkaya vitamin (fortifikasi) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terutama, di daerah yang stok berasnya minim.

"Kami memandang positif, terkhusus untuk daerah-daerah yang memang misalnya, jangkauan atau persebaran atau stok berasnya memang dirasa minim," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

"Jangan sampai, ada dapur, ada SPPG, ada kegiatan MBG di situ, mengambil katakanlah beras lokal atau beras yang beredar di situ. Sehingga, memicu gejolak kenaikan harga di kabupaten atau wilayah tersebut," imbuhnya.

Baca juga : Penjualan Mobil Elektrifikasi Melonjak 69,4%, Ini Kata Menperin

Dalam konteks ini, kata Sudaryono, BGN ingin menempatkan Bulog sebagai buffer yang menjaga agar harga beras terjangkau di level yang ditetapkan pemerintah, di batas harga eceran tertinggi (HET). Di samping menjaga ketersediaan stok.

Adsense

Sudaryono juga menekankan, program MBG tak hanya sekadar memberi gizi, tetapi juga berperan dalam mendorong ekonomi lokal.

"Kami memastikan BGN memprioritaskan pengambilan bahan-bahan di lokal. Manakala nanti, di kemudian hari misalnya ada kekurangan beras, kami ingin melibatkan Bulog sebagai buffer. Supaya tidak terjadi gejolak harga dan kelangkaan stok di wilayah tertentu," papar Sudaryono.

Baca juga : Besok Mentan Umumkan Pelanggar Beras Fortifikasi, Izin Usaha Bakal Dicabut

Usulan beras fortifikasi telah disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

Beras tersebut berbeda dengan beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sebab, beras yang digunakan untuk MBG tidak menggunakan skema subsidi. Melainkan beras premium dengan kandungan vitamin tambahan.

“Ini premium khusus. MBG kan tidak boleh beras subsidi. Jadi kami merencanakan konsepnya ini untuk mendukung program MBG,” kata Rizal kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2026).

Baca juga : BAZNAS Salurkan 48 Ribu Liter Air Bersih Untuk Warga Di Pandeglang

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense