BREAKING NEWS
 

Lindungi Rakyat Dari Perdagangan Merugikan

Amran Ajak Generasi Muda Ikut Berantas Mafia Pangan

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 3 Agustus 2026 06:55 WIB
Menteri Pertanian Mentan Andi Amran Sulaiman. Foto: Instagram a.amran_sulaiman

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak organisasi mahasiswa dan kepemudaan ikut memperkuat upaya pemberantasan mafia pangan, khususnya dalam tata niaga beras fortifikasi.

Keterlibatan generasi muda penting untuk memperluas pengawasan distribusi pangan, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik perdagangan yang merugikan.

Ajakan itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berdialog dengan organisasi kepemudaan di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Amran mengajak mahasiswa dan pemuda menjadi bagian dari gerakan bersama melawan praktik mafia beras fortifikasi.

“Mau nggak bantu saya gebuk ini (mafia beras fortifikasi). Saya mau gebuk ini dua sampai tiga minggu ke depan. Sepakat kita gebuki? Ini yang harus kita lawan bersama,” ujarnya.

Baca juga : Gerindra: Dana Parpol Untuk Pendidikan Politik

Amran menjelaskan, beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin dan mineral untuk membantu meningkatkan gizi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mencegah stunting. Namun, Kementan menemukan indikasi produk tersebut dipasarkan dengan harga yang jauh melampaui kewajaran.

Menurut dia, apabila beras fortifikasi dibuat dari beras medium yang diperkaya kandungan vitamin dan mineral, harga jualnya seharusnya masih berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 14.900 per kilogram. Faktanya, Pemerintah menemukan beras fortifikasi yang dijual hingga Rp 42.000 per kilogram.

“Bagaimana mungkin masyarakat kecil mampu membelinya? Ini yang sedang kita telusuri,” katanya.

Adsense

Amran menegaskan, pemberantasan mafia pangan merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata niaga pangan, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik perdagangan yang merugikan konsumen.

Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, Pemerintah Daerah, dan aparat penegak hukum memperluas pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi.

Baca juga : Targetkan Masuk 4 Besar, PAN NTB Instruksikan Relawan Kawal TPS

Pengawasan dilakukan melalui pengambilan sampel produk di berbagai daerah untuk menguji kesesuaian mutu, kandungan gizi, legalitas, hingga kewajaran harga jual.

“Satgas sudah bekerja di seluruh Indonesia. Sampel sudah diambil. Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan sampai tuntas dan siapa pun yang terbukti menyalahgunakan program fortifikasi diproses sesuai hukum,” bebernya.

Selain beras fortifikasi, Kementan juga menemukan indikasi penyimpangan pada peredaran beras premium. Hasil pengawasan menunjukkan adanya beras yang tidak memenuhi standar mutu premium, tetapi tetap dipasarkan dengan harga premium sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen hingga triliunan rupiah.

“Kalau beras yang kualitasnya tidak sesuai standar dijual sebagai premium dengan harga premium, itu sama saja mengambil hak masyarakat. Ini yang sedang kami bongkar bersama aparat penegak hukum,” ucapnya.

Dalam dialog tersebut, Amran juga membuka peluang bagi organisasi kepemudaan mengembangkan sektor perkebunan melalui dukungan Pemerintah berupa bantuan alat dan mesin pertanian, benih, serta pendampingan teknis.

Baca juga : Danantara Support Rencana ASDP Tambah Puluhan Kapal

Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu berharap, kolaborasi itu menjadi awal keterlibatan aktif organisasi kepemudaan dalam mengawasi tata niaga pangan, memperkuat sektor pertanian nasional, dan menjaga kepentingan masyarakat bersama Pemerintah. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 3 Agustus 2026 dengan judul "Lindungi Rakyat Dari Perdagangan Merugikan Amran Ajak Generasi Muda Ikut Berantas Mafia Pangan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense