BREAKING NEWS
 

Menkeu: Penjualan Mobil Naik 32,9%, Bukti Daya Beli Masyarakat Kuat

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 4 Agustus 2026 17:32 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, lonjakan penjualan mobil pada Juni 2026 menjadi salah satu indikator yang menunjukkan daya beli masyarakat dan permintaan domestik tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Purbaya, penjualan mobil pada Juni 2026 tumbuh 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan penjualan sepeda motor meningkat 1,1 persen. Kinerja tersebut dinilai mencerminkan aktivitas konsumsi masyarakat yang masih kuat dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Penjualan mobil tumbuh 32,9 persen secara tahunan, sementara penjualan sepeda motor naik 1,1 persen. Ini menunjukkan permintaan domestik tetap terjaga," kata Purbaya saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Baca juga : Eka Hospital-Sinar Mas Land Hadirkan Layanan MCU Mobile Di GIIAS

Ia mengatakan pemerintah terus memantau berbagai indikator ekonomi sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan fiskal yang responsif terhadap perkembangan ekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar," ujarnya.

Adsense

Selain penjualan kendaraan bermotor, Purbaya mengungkapkan sejumlah indikator ekonomi domestik juga menunjukkan tren positif. Penjualan semen pada Juni 2026 tumbuh 13,5 persen secara tahunan, sementara konsumsi listrik meningkat 10,8 persen.

Baca juga : Booth MyPertamina di GIIAS 2026 Hadirkan Aktivitas Seru dan Hadiah Menarik

Pertumbuhan konsumsi listrik tersebut ditopang oleh sektor rumah tangga yang naik 12,3 persen, sektor bisnis 10 persen, serta sektor industri sebesar 6,5 persen. Di sisi lain, indeks konsumsi ritel tercatat berada di level 123,3 yang mencerminkan aktivitas belanja masyarakat tetap terjaga.

Purbaya menilai penguatan sejumlah indikator tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi berbagai risiko.

Menurut dia, kebijakan fiskal akan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung konsumsi dan investasi agar pertumbuhan ekonomi tetap terpelihara.

Baca juga : LEPAS Gandeng Jakarta Fashion Week, Satukan Gaya Hidup dan Mobilitas Modern

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menegaskan industri otomotif memiliki posisi strategis sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional karena memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, serta penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, pemerintah mendorong sinergi dengan pelaku industri untuk meningkatkan daya saing sektor otomotif nasional. Menurutnya, tantangan industri ke depan tidak hanya mempercepat adopsi kendaraan listrik, tetapi juga meningkatkan nilai tambah domestik, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense