BREAKING NEWS
 

Kemenhub Audit Sistem Keselamatan Operator KMP Mutiara Sentosa II

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 6 Agustus 2026 19:13 WIB
Foto: Kemenhub

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengaudit penerapan sistem manajemen keselamatan operator KMP Mutiara Sentosa II, PT Atosim Lampung Pelayaran, menyusul insiden kebakaran kapal tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa terulang.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyurati sekaligus memanggil operator kapal untuk menjalani audit sistem manajemen keselamatan.

"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari," kata Masyhud dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (5/8/2026).

Selain melakukan evaluasi, Kemenhub juga mengerahkan Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak serta Kapal Negara Kenavigasian KN Masalembo dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak untuk membantu proses evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.

Baca juga : Nekat Lompat Ke Laut, Berenang Sampai 3 Jam

Sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Masalembu ke Surabaya menggunakan KN Masalembo pada Selasa (4/8). Dengan tambahan tersebut, jumlah korban yang telah dievakuasi mencapai 238 orang, terdiri atas 233 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Masyhud menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), operator pelayaran, hingga potensi SAR lainnya.

Adsense

"Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesiapsiagaan serta kontribusi seluruh armada dan unsur yang terlibat dalam membantu proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II," ujarnya.

Armada yang terlibat dalam proses evakuasi antara lain KRI Nala-363, KN SAR Permadi, KN Masalembo, Meratus Project 3, TB Hasnur, Meratus Pematang Siantar, Transco Arafura, Prakasa Mas, Selaras Mas, Aicon Dahli, SC Aila XVII, Daniel 1, KM Alcon, serta kapal nelayan Sandiwara Cinta.

Baca juga : Evakuasi KMP Mutiara Sentosa II, Basarnas Kerahkan KN SAR 249 Permadi

Berdasarkan keterangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), operasi SAR khusus penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II telah dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, Kemenhub memastikan penanganan korban dan proses investigasi terhadap insiden tersebut tetap berjalan.

Masyhud mengatakan Kemenhub mendukung penuh investigasi penyebab kebakaran yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasil investigasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat aspek keselamatan pelayaran nasional.

Ia menegaskan insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat budaya keselamatan pelayaran. Menurutnya, operator wajib memastikan proses pemuatan penumpang, kendaraan, dan barang dilakukan sesuai prosedur, termasuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang diangkut tanpa pemeriksaan.

Di sisi lain, pengguna jasa transportasi laut juga diminta memberikan informasi yang benar mengenai barang bawaan dan tidak membawa barang berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan pelayaran.

Baca juga : KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Laut Jawa, Kemenhub Gercep Evakuasi Penumpang

"Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran nasional," kata Masyhud.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense