Dark/Light Mode

Kolabirasi IMCF dan Kemenhub Perkuat Perlindungan Pelaut Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 17:20 WIB
Indonesia Maritime Community Forum (IMCF) bersama Kementerian Perhubungan memperingati Hari Pelaut Sedunia 2026. (Foto: Dok. Kemenhub)
Indonesia Maritime Community Forum (IMCF) bersama Kementerian Perhubungan memperingati Hari Pelaut Sedunia 2026. (Foto: Dok. Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Maritime Community Forum (IMCF) bersama Kementerian Perhubungan memperingati Hari Pelaut Sedunia atau Day of the Seafarer 2026 melalui berbagai kegiatan yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan, perlindungan, dan kompetensi pelaut Indonesia.

Ketua Pelaksana Day of the Seafarer 2026 Dede Saputra mengatakan, perhatian terhadap para pelaut diwujudkan melalui pemberian santunan kepada keluarga pelaut yang gugur saat menjalankan tugas.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa isu kesejahteraan, perlindungan, kompetensi, dan masa depan pelaut Indonesia merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan maritim," kata Dede di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut Dede, sinergi tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan seperti Maritime Expo, Strategic Maritime Forum, Gala Dinner, Fun Walk, hingga Konser Rakyat Maritim yang melibatkan pemerintah, industri pelayaran, asosiasi maritim, lembaga pendidikan kepelautan, dan komunitas pelaut Indonesia.

Peringatan tahun ini mengusung tema global dari International Maritime Organization (IMO), yaitu, 'Carrying World Trade, Carrying the Risks' serta tema nasional 'Membangun Ekosistem Maritim Berbasis Kesejahteraan Pelaut: Dari Kebijakan ke Dampak Nyata' dengan tagline 'Pelaut Hebat, Maritim Kuat'.

Dede berharap kegiatan tersebut menjadi ruang dialog dan kolaborasi untuk merumuskan rekomendasi strategis dalam memperkuat ekosistem maritim nasional.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan & Pemkot Jakbar Komit Perluas Perlindungan Pekerja

Adapun, rangkaian kegiatan Day of the Seafarer 2026 dapat memperkuat perhatian seluruh pihak terhadap peran strategis pelaut sebagai garda terdepan konektivitas nasional dan perdagangan dunia.

"Ini sekaligus mendorong lahirnya kebijakan dan program yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan serta perlindungan pelaut Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perhubungan Suntana secara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia 2026 melalui penyelenggaraan Maritime Expo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Suntana mengatakan, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaut yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan global sekaligus menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan profesinya.

Menurutnya, bekerja di atas kapal berarti berhadapan dengan cuaca ekstrem, jauh dari keluarga dalam waktu berbulan-bulan, hingga ancaman kecelakaan di laut.

"Untuk itu saya sangat mengapresiasi dedikasi, keberanian, dan pengabdian Pelaut Indonesia You are the Heroes of the Oceans," ujarnya.

Baca juga : Lotte Chemical Raih Sertifikasi ISO Perkuat Industri Petrokimia Nasional

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud mengungkapkan, Indonesia saat ini merupakan salah satu dari lima negara pemasok pelaut terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 1,6 juta pelaut.

Menurut Masyhud, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, serta perlindungan yang memadai agar pelaut Indonesia semakin kompetitif di pasar maritim global.

Masyhud mengatakan, Pemerintah terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan, serta pengawasan implementasi standar internasional seperti Maritime Labour Convention (MLC) 2006.

"Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, dan kesejahteraan juga menjadi prioritas utama," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang terus dibina oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut agar memenuhi standar internasional.

"Fasilitas simulator terus ditingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global," ujarnya.

Baca juga : PLN EPI Perkuat Literasi Keuangan Pegawai Lewat Financial Wellbeing

Selain Maritime Expo yang berlangsung pada 23-24 Juni 2026, rangkaian Hari Pelaut Sedunia juga diisi dengan penyerahan persetujuan kepada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan, pemberian santunan dan asuransi kepada keluarga pelaut, layanan kesehatan, donor darah, serta pelayanan dokumen kepelautan.

Puncak peringatan pada 25 Juni 2026 akan menghadirkan Strategic Maritime Forum 2026 yang membahas arah kebijakan maritim nasional, investasi sektor maritim, dan penguatan sumber daya manusia pelaut sebagai aset strategis bangsa.

Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor pelayaran dan maritim. Rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026 akan ditutup dengan kegiatan jalan santai atau fun walk yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 28 Juni 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.