Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Laut Jawa, Kemenhub Gercep Evakuasi Penumpang
Minggu, 2 Agustus 2026 14:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) terus melakukan koordinasi intensif dalam penanganan insiden kebakaran KM. Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8/2026). Demi memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal.
Berdasarkan laporan lapangan, peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep. Informasi mengenai insiden tersebut diterima Ditjen Hubla pada pukul 08.30 WIB, dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi seluruh pihak terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Dalam upaya penanganan awal, Ditjen Hubla melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget menyiarkan terjadinya kecelakaan kapal, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan.
Pada saat yang sama, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian, sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo guna mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca juga : Program Diskon Transportasi Selama Libur Sekolah 2026 Direspons Positif
Salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, karena kapal tersebut sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara langsung.
Untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan, evakuasi selanjutnya dilakukan dengan melibatkan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi.
Hingga laporan pendahuluan disusun, unsur-unsur yang terlibat dalam proses pertolongan meliputi TB. Hasnur 26, KM. Prakarsa Mas, KM. Meratus Pematang Siantar, dan KM. Transco Arafura.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, demi memastikan proses penyelamatan berjalan dengan baik.
Baca juga : Grab, Kemenhub & AISI Gelar Pelatihan Keselamatan Berkendara 1.052 Driver Motor
"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud.
Berdasarkan laporan sementara di lapangan, penumpang menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Ditjen Hubla bersama seluruh pihak terkait juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk pendirian posko untuk mendukung koordinasi operasi penyelamatan.
Dirjen Masyhud menambahkan, proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Baca juga : Bantah Gunakan Jet Pribadi, Menteri Dody: Itu Pesawat Kemenhub
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya