RM.id Rakyat Merdeka - Keselamatan warga menjadi prioritas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dalam menangani konflik antara manusia dan satwa liar di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
Seekor beruang madu dilaporkan menyerang seorang warga saat berada di kebunnya hingga menyebabkan korban mengalami luka.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui BBKSDA Riau langsung mengerahkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi setelah menerima laporan tersebut.
Tim membawa satu unit kandang jebak (box trap) sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan penanganan konflik satwa liar.
Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat mitigasi konflik manusia dan satwa liar melalui penanganan yang cepat, kolaboratif, dan berbasis konservasi.
Baca juga : Menhut: Perintah Presiden Prabowo Jelas, Lindungi Rakyat dari Karhutla
Setibanya di Desa Pangkalan Gondai, Tim WRU berkoordinasi dengan Sekretaris Desa. Tim kemudian menuju Kantor Desa untuk memperoleh informasi awal dan kronologi kejadian sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan pemerintah desa, korban diserang seekor beruang madu saat sedang berada di kebunnya. Satwa tersebut dilaporkan menyerang korban dari arah belakang.
Korban kemudian melakukan perlawanan hingga beruang melepaskan serangan dan melarikan diri dari lokasi. Meski berhasil menyelamatkan diri, korban mengalami luka akibat serangan tersebut.
Setibanya di rumah, korban dilaporkan kehilangan banyak darah hingga akhirnya pingsan. Keluarga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, korban masih dalam penanganan tenaga medis. Sementara itu, Tim BBKSDA Riau terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, dan pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab konflik serta menentukan langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa.
Baca juga : RI-Korea Bangun Pusat Pengendalian Karhutla, Perkuat Mitigasi Kebakaran
Sebagai tindak lanjut, pada Kamis (6/8/2026), Tim WRU BBKSDA Riau bersama pemerintah desa dan aparat setempat memasang kandang jebak di sekitar lokasi kejadian.
Langkah tersebut dilakukan untuk memantau keberadaan satwa sekaligus mengantisipasi apabila beruang kembali memasuki kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Kepala Balai Besar KSDA Riau Supartono menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan konflik satwa liar.
"Setiap laporan konflik satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar langkah mitigasi dapat berjalan secara efektif," kata Supartono dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Beruang madu merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, setiap penanganan konflik dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian satwa dan habitatnya.
Baca juga : Kemenhut Perkuat Diplomasi, Bidik Indonesia Jadi Pemimpin Kehutanan
Menhut Raja Juli Antoni juga terus menekankan pentingnya penguatan sistem mitigasi konflik manusia dan satwa liar sebagai bagian dari pengelolaan konservasi yang adaptif.
Perlindungan keanekaragaman hayati, kata dia, harus berjalan seiring dengan upaya memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan maupun habitat satwa liar.
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kebun maupun kawasan yang berbatasan dengan habitat satwa liar untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta menghindari bekerja seorang diri serta segera melaporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman maupun areal perkebunan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.