Sebelumnya
Untuk kebutuhan produksi, SPPG juga menggunakan air galon. Seluruh area produksi dijaga agar tetap bersih.
Setelah puas berkeliling, kami berbincang dengan para relawan dan pelaku UMKM yang kebetulan mengirimkan bahan makanan.
Setelah itu, kami bergeser ke SPPG Polrestabes Makassar. Jaraknya sekitar 7 kilometer. Tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 17, Makassar.
Kondisi SPPG Polrestabes Makassar tidak jauh berbeda dengan SPPG Polda Sulsel. Di sana, kami disambut Kepala SPPG Nursadid Hidayat, lalu diajak berkeliling. Saat datang, masih ada petugas yang mengeringkan ompreng di mesin pengering. Nursadid menunjukkan rak penyimpanan alat makan yang tertutup rapat.
Baca juga : Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita CCTV Hotel Tempat Pertemuan 3 TSK
“Setelah dicuci, semua dikeringkan dengan pengering alat sesuai SOP, lalu disterilkan sebelum dipakai lagi,” jelasnya.
Kami juga berbincang dengan sejumlah relawan dan para pelaku UMKM pemasok dapur MBG.
Esoknya, pukul 03.00 dini hari, kami kembali ke SPPG Polda Sulsel. Suasananya jauh berbeda. Dapur yang siang sebelumnya terlihat tenang, kini berubah sibuk.
Aroma nasi dan lauk menyeruak memenuhi ruangan. Di satu sudut, petugas masih berjibaku memasak. Di sudut lainnya, para relawan cekatan mengemas makanan ke dalam wadah ompreng.
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Jika Kembali Ke Parpol Bakal Kontraproduktif
Meski kompor high pressure terus menyala, udara di dalam dapur tetap terasa nyaman. Di bagian ujung ruangan, sebuah exhaust fan berukuran besar terus berputar, mengalirkan udara.
Kepala SPPG Polda Sulsel As Safania Salsabila Dwiari mengatakan, dapur tersebut mulai beroperasi pada 14 Juli 2025. Operasional dapur didukung 47 relawan dan tiga tenaga inti.
Para relawan, yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga di sekitar SPPG, terbagi dalam tim persiapan, memasak, pengisian makanan, distribusi, kebersihan, keamanan, dan pencucian ompreng.
Dari sisi standar keamanan, SPPG Polda Sulsel telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SPPG juga menjalani proses sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) serta telah mengantongi sertifikat halal.
Baca juga : Yunasdi: Tidak Ada Independen, Yang Ada Wani Piro
Sebagian besar relawan yang bekerja di SPPG Polda Sulsel merupakan ibu rumah tangga. Salah satunya Sinar. Setahun lalu, perempuan empat anak ini masih menghabiskan sebagian besar waktunya mengurus keluarga. Kini, ia memiliki kesibukan baru sebagai relawan di dapur MBG.
Sinar bergabung sejak SPPG Polda Sulsel mulai beroperasi. Berkat ketekunan dan pengalaman selama setahun, ia dipercaya menjadi koordinator tim masak atau pengolahan.
Tugasnya tidak ringan. Sinar mengawasi para relawan yang bertugas memasak sekaligus mengatur jadwal kerja. Setiap anggota tim memiliki tugas masing-masing, mulai dari mengolah sayuran, ayam, ikan, hingga telur. Pembagian tugas dilakukan secara bergantian agar pekerjaan tetap berjalan lancar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.