Dark/Light Mode

Gerakan Penghijauan Menuju Agenda Pembangunan

Wamendagri: Penanaman Bukan Sekadar Seremoni

Senin, 10 Agustus 2026 06:55 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) mengubah gerakan penghijauan, dari sekadar kegiatan seremonial menjadi agenda pembangunan berkelanjutan.

Penghijauan tidak cukup hanya ditandai dengan penanaman pohon, tetapi harus mampu memulihkan lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan, gerakan penghijauan yang kini digencarkan di berbagai daerah harus memberikan dampak nyata dan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Rehabilitasi ruang terbuka hijau, hutan, dan lahan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui perawatan tanaman serta melibatkan berbagai pihak.

“Penanaman bukan sekadar seremoni. Ini bukan sekadar aktivitas biasa, tetapi tentang membangun ketahanan ekologis. Ini juga tentang sosial-ekonomi,” ujar Bima dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).

Baca juga : Tertinggi Di Survei IPO, Gerindra Tak Berpuas Diri

Kemendagri meminta Pemda agar persoalan lingkungan tidak ditempatkan sebagai agenda tambahan dalam pembangunan. Aspek ekologis perlu diintegrasikan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi, sehingga setiap program pembangunan memiliki ukuran yang jelas terhadap keberlanjutan lingkungan.

“(Kemendagri) juga berikhtiar memastikan semua perencanaan di daerah, yang direncanakan Pak Gubernur, Bupati/Wali kota, memiliki indikator ekologis. Jadi, setiap melakukan asesmen pasti kita lihat unsur-unsur ini,” jelas Bima.

Mantan Wali Kota Bogor itu menyadari, mewujudkan penghijauan berkelanjutan bukan perkara mudah. Berbagai persoalan masih dihadapi di lapangan, mulai dari alih fungsi lahan hingga pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.

Karena itu, Pemda membutuhkan dukungan lebih luas untuk memastikan tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat.

Baca juga : Task Force Hanura Lakukan Safari Keliling Indonesia

Bima mendorong keterlibatan Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat menjaga kesinambungan program penghijauan.

“Mari kita bangun kolaborasi. Mari kita bangun cocreation. Kita jadikan penghijauan yang sudah diinisiasi dan diperintahkan oleh Presiden sebagai movement. Bukan hanya kegiatan tapi gerakan,” ajaknya.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas keterlibatan berbagai pihak, tetapi juga membentuk kebiasaan baru dalam menjaga lingkungan. Sebab, keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan pada akhirnya tidak cukup diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi dari kemampuan menjaga tanaman tersebut tetap hidup dan berkembang.

“Mari kita bangun budaya merawat, bukan hanya sekadar menanam, bukan juga sekadar seremoni. Semuanya berorientasi pada aksi yang permanen dan berkelanjutan,” tandasnya. SSL

Baca juga : Konflik Timteng Tak Kunjung Usai, Ketahanan Energi RI Tetap Terjaga

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 10 Agustus 2026 dengan judul "Gerakan Penghijauan Menuju Agenda Pembangunan, Wamendagri: Penanaman Bukan Sekadar Seremoni"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.