BREAKING NEWS
 

Kementerian PPN/Bappenas: Ekonomi RI Terus Dipacu

Ekonomi Semester I Tumbuh 5,45 Persen, Investasi Tembus Rp1.010 Triliun

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 17 Agustus 2026 14:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyalami Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy usai Taklimat Presiden bersama pimpinan perguruan tinggi negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Dok. Bappenas

RM.id  Rakyat Merdeka - Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja positif di tengah proses transformasi ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi yang semula 5,03 persen pada 2024 meningkat menjadi 5,11 persen pada 2025, kemudian mencapai 5,45 persen pada semester I 2026.

Kinerja tersebut menunjukkan ekonomi nasional terus bergerak di tengah berbagai tantangan global. Penguatan ekonomi juga tercermin dari peningkatan Gross Domestic Income (GDI) per kapita dari US$4.920 pada 2024 menjadi US$5.120 pada 2025.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pembangunan nasional tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut produktif dan inklusif.

Kementerian PPN/Bappenas menetapkan “Kedaulatan Pangan dan Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif” sebagai tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026. Tema tersebut menjadi arah percepatan transformasi ekonomi, pangan, energi dan industri.

Baca juga : Menteri PPN: Dampak Nyata Lebih Penting Dari Komitmen

“Yang paling mendasar, pertumbuhan ini diiringi oleh penurunan tingkat kemiskinan menjadi 8,07 persen per Maret 2026,” ujar Rachmat.

Investasi Terus Digenjot

Penguatan ekonomi turut ditopang peningkatan investasi. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931,2 triliun, atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan. Investasi tersebut menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja.

Pada semester I 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adsense

Peningkatan terutama didorong Penanaman Modal Asing (PMA) yang berkontribusi 50,2 persen dan tumbuh 17,5 persen dibandingkan semester I 2025.

Baca juga : Kepala Bappenas Umumin Rencana Pendirian Sekolah Kopi Nusantara

Investasi juga diarahkan untuk mempercepat hilirisasi 15 komoditas prioritas dalam RPJMN 2025-2029. Pada semester I 2026, investasi pada sektor tersebut mencapai Rp273,47 triliun atau sekitar 27,06 persen dari total realisasi investasi nasional.

Pemerintah juga terus mendorong proyek hilirisasi berskala besar. Pada April 2026, dilakukan groundbreaking tahap II terhadap 13 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi sekitar Rp116 triliun.

Industri Jadi Penggerak

Transformasi ekonomi juga terlihat dari kinerja industri pengolahan. Pada 2025, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan sektoral tertinggi sejak 2012.

Tren tersebut berlanjut pada semester I 2026 dengan pertumbuhan industri pengolahan sebesar 4,78 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang percepatan hilirisasi sumber daya alam, penguatan struktur industri, serta peningkatan investasi pada sektor industri prioritas.

Baca juga : Menteri PPN Tegaskan Swasembada Pangan Fondasi Transformasi Ekonomi Nasional

Rachmat menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan tidak cukup hanya menghasilkan angka pertumbuhan yang tinggi, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan dan membuka kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Menurutnya, kombinasi pertumbuhan ekonomi, investasi dan hilirisasi diharapkan memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi produktif.

Pemerintah pun terus mengarahkan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada capaian angka makro, tetapi menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense