BREAKING NEWS
 

PKM Antar Muba Raih Penghargaan Inovasi Pembangunan Daerah

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 28 Agustus 2026 21:21 WIB
Foto: Pemkab Musi Banyuasin.

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Keluarga Maju (PKM) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mendapat pengakuan di tingkat nasional setelah meraih penghargaan dalam ajang Detik Award 2026.

Program yang menempatkan keluarga sebagai pusat intervensi pembangunan tersebut dinilai sebagai inovasi dalam pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdul Rohman Husen dalam ajang penghargaan yang digelar di Jakarta.

PKM merupakan salah satu program yang dijalankan Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet,, bersama Wakil Bupati Abdul Rohman Husen setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 25 Februari 2025 di Istana Merdeka, Jakarta.

Program tersebut menjadi salah satu upaya menerjemahkan janji kampanye pasangan Toha-Rohman ke dalam kebijakan pembangunan daerah.

PKM menempatkan keluarga sebagai pusat intervensi melalui tiga dimensi, yakni pengembangan UMKM, sertifikasi keterampilan, dan akses pendidikan perguruan tinggi.

Atas penghargaan tersebut, Bupati Toha menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi penyemangat sekaligus acuan untuk terus bekerja meningkatkan kesejahteraan masyarakat Musi Banyuasin.

Baca juga : BRI Raih 3 Penghargaan Alpha Southeast Asia 2026 Perkuat Transaction Banking

"Suatu kehormatan atas pengakuan dari Detik atas kinerja Kabupaten Musi Banyuasin," tutur Toha.

Dalam pelaksanaannya, bantuan PKM ditransfer langsung ke rekening kepala keluarga penerima manfaat.

Mekanisme tersebut dilakukan untuk memangkas administrasi yang berbelit sehingga bantuan pemerintah dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Penetapan penerima manfaat dilakukan secara ketat dengan menyesuaikan data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

Selanjutnya, dilakukan verifikasi dan validasi secara door to door. Setelah bantuan diterima, pemerintah daerah juga melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM untuk memastikan bantuan digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Melalui PKM, pemerintah daerah memberikan intervensi yang bersifat produktif dengan mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu membangun sumber penghidupan secara mandiri dan berkelanjutan.

Adsense

Pada 2025, PKM mulai direalisasikan sebagai bagian dari komitmen tahun pertama pemerintahan Toha-Rohman.

Baca juga : BRI Group Borong 6 Penghargaan Internasional dari Finance Asia

Program tersebut kemudian secara resmi disalurkan kepada ratusan kepala keluarga pada Desember 2025. PKM diarahkan bukan sebagai bantuan jangka pendek, melainkan sebagai investasi produktif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Nilai bantuan PKM ditetapkan sebesar Rp 25 juta per kepala keluarga. Konsep program juga tidak berhenti pada pemberian modal usaha.

Masyarakat didorong mengembangkan usaha, sementara generasi muda diberikan akses terhadap pendidikan perguruan tinggi, pelatihan, serta sertifikasi keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Pada 2026, Bupati Toha Tohet dan Wakil Bupati Abdul Rohman kembali memperluas penerima manfaat. Sekitar 6.000 calon penerima manfaat akan mendapatkan bantuan PKM yang tersebar di seluruh kecamatan sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Dampak pembangunan juga terlihat pada indikator makro daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang tercantum dalam laporan kinerja Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, persentase penduduk miskin Muba pada 2025 turun dari 12 persen menjadi 9 persen.

Penurunan tersebut menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, persentase penduduk miskin Musi Banyuasin berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan.

Pemerintah daerah menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai intervensi pembangunan dan kerja bersama lintas sektor sehingga tidak semata-mata dikaitkan dengan satu program.

Baca juga : BRI Raih 2 Penghargaan Asian Banking & Finance Awards 2026

Bagi Bupati Toha, penghargaan yang diterima Muba bukanlah tujuan akhir dari pelaksanaan PKM.

Ukuran keberhasilan program, menurutnya, adalah ketika manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Prestasi ini patut disyukuri, tapi jangan dibanggakan. Yang kita banggakan jika PKM ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Musi Banyuasin," ujar Toha.

Ia menekankan, keberhasilan program seharusnya terlihat dari bertambahnya pelaku usaha, semakin banyak warga yang memperoleh pekerjaan, serta meningkatnya jumlah anak Muba yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dengan demikian, perjalanan PKM dalam pemerintahan Toha-Rohman menunjukkan pola yang konsisten: janji politik diterjemahkan menjadi kebijakan, kebijakan dijalankan melalui program, dan program kemudian diuji melalui manfaat yang dirasakan masyarakat.

Penghargaan Detik Award 2026 wilayah Sumatera menjadi pengakuan atas inovasi tersebut.

Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, tantangan berikutnya justru lebih besar, yakni memastikan PKM tidak berhenti sebagai program unggulan di atas kertas, tetapi terus tumbuh menjadi kebijakan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense