BREAKING NEWS
 

Data Terbaru Kemenhut: Hotspot di Kalsel, Sumsel, Riau dan Jambi Turun

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 30 Agustus 2026 15:22 WIB
Kemenhut siaga penuh mengatasi kebakaran hutan dan lahan. (Foto: Kemenhut)

RM.id  Rakyat Merdeka - Empat dari enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan penurunan jumlah hotspot pada 29 Agustus 2026. Penurunan terpantau di Kalimantan Selatan (Kalsel), Sumatera Selatan (Sumsel), Riau, dan Jambi.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tetap dalam posisi siaga penuh, terutama menyikapi peningkatan hotspot di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Berdasarkan data Sistem Informasi, Digital, dan Peringatan Dini (SiPongi) Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 pada tingkat kepercayaan high, medium, dan low, jumlah hotspot nasional pada 29 Agustus 2026 tercatat 20.378 titik. Meningkat dibandingkan 18.092 titik pada 28 Agustus dan 14.788 titik pada 27 Agustus 2026. Data menggunakan cut off 29 Agustus pukul 23.59 WIB.

Di tengah peningkatan secara nasional tersebut, enam provinsi prioritas menunjukkan perkembangan yang beragam. Berikut rinciannya:

  1. Kalsel: turun dari 1.354 menjadi 867 hotspot
  2. Sumsel: turun dari 1.036 menjadi 808 hotspot
  3. Riau: turun tipis dari 265 menjadi 254 hotspot
  4. Jambi: turun dari 181 menjadi 159 hotspot
  5. Kalteng: meningkat dari 7.703 menjadi 8.488 hotspot,
  6. Kalbar: meningkat dari 3.384 menjadi 6.526 hotspot.

Baca juga : Hotspot Di Sumatera Menurun, Karhutla Kalimantan Terus Dijinakkan

Perkembangan positif juga terpantau di Riau. Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, hujan telah turun di sebagian wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Hujan lebat bahkan terjadi di beberapa lokasi. Namun, masih terdapat wilayah yang belum mengalami hujan.

Kondisi ini mendukung upaya pengendalian karhutla, meskipun kewaspadaan tetap dijaga, terutama pada area yang masih kering. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa situasi karhutla masih dinamis.

Peningkatan Hotspot di Kalteng & Kalbar

Penurunan hotspot di Kalsel, Sumsel, Riau, dan Jambi serta mulai turunnya hujan di sebagian wilayah Riau menjadi perkembangan positif. Namun, peningkatan hotspot di Kalteng dan Kalbar membuat penguatan kewaspadaan dan operasi di lapangan tetap menjadi prioritas.

Kemenhut bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian melalui patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan, serta pemantauan lokasi yang berpotensi mengalami penyalaan kembali.

Baca juga : Pemerintah Bergerak Cepat Amankan Aktivitas Ekonomi

Berdasarkan laporan operasi per 29 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, tercatat 112 laporan kejadian karhutla dan groundcheck firespot di 11 provinsi. Dari jumlah tersebut, 47 kejadian telah dinyatakan padam, sedangkan 65 lainnya masih dalam proses pemadaman.

Adsense

Operasi pengendalian melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak lainnya. Strategi penanganan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah, termasuk karakteristik lahan gambut, ketersediaan sumber air, kondisi bahan bakar, arah penjalaran api, serta potensi dampaknya terhadap masyarakat dan fasilitas publik.

Selain operasi darat, pemerintah terus menyiagakan dukungan udara untuk kegiatan water bombing dan patroli udara. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis untuk membantu pembasahan lahan dan mendukung pengendalian karhutla.

Sepanjang 2026, tercatat 4.682 kali operasi penanganan karhutla dengan luas area yang ditangani mencapai 38.277,43 hektare. Data tersebut merupakan akumulasi penanganan yang dilakukan Manggala Agni Kemenhut bersama pihak terkait lainnya.

Kualitas Udara di 6 Provinsi Prioritas

Baca juga : Mengintip Kantor Baru Hanura Kalsel, Mesin Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Selain perkembangan hotspot dan operasi pemadaman, pemerintah terus memantau kualitas udara di enam provinsi prioritas. Berdasarkan pemantauan terakhir, kualitas udara masih bervariasi. Di Kalbar dan Kalteng, kondisi pada sejumlah titik pemantauan mencapai kategori berbahaya.

Di Kalsel, kondisi tertinggi terpantau sangat tidak sehat. Sementara di Riau, Jambi, dan Sumsel, sejumlah titik pemantauan berada pada kategori tidak sehat. Kondisi asap juga berpengaruh terhadap jarak pandang.

Berikut kondisi di ibu kota enam provinsi prioritas, berdasarkan pengamatan BMKG pada 29 Agustus 2026 pagi: 

  1. Palangka Raya (Kalteng): jarak pandang 3 kilometer, berasap 
  2. Pontianak (Kalbar): 0,8 kilometer, berasap
  3. Banjarmasin (Kalsel): 0,5 kilometer, berasap
  4. Palembang (Sumsel): 6 kilometer, cerah berawan
  5. Jambi: 0,8 kilometer, berasap
  6. Pekanbaru (Riau): 2,5 kilometer, berasap 

Jarak pandang dan kualitas udara dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, curah hujan, serta kondisi atmosfer. Karena itu, perkembangan hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, sebaran asap, cuaca, dan jarak pandang terus dipantau secara terpadu sebagai dasar menentukan langkah operasi berikutnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense