Dark/Light Mode

Prabowo Minta BRIN Kembangkan Teknologi Untuk Atasi karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 19:33 WIB
Kepala BRIN Arif Satria. (Foto: Bakom RI)
Kepala BRIN Arif Satria. (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan dan menyiapkan berbagai pilihan teknologi untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan arahan Presiden tersebut menjadi dasar bagi lembaganya untuk mencari serta mengembangkan solusi berbasis teknologi yang dapat diterapkan dalam penanganan karhutla di Indonesia.

“BRIN diminta untuk mencari opsi-opsi teknologi yang bisa mengatasi bencana karhutla ini,” kata Arif di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Salah satu teknologi yang telah dimiliki dan dikembangkan BRIN adalah teknologi modifikasi cuaca. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan, terutama untuk mendukung penanganan karhutla.

“Memang kami juga sudah punya teknologi untuk modifikasi cuaca,” ujarnya.

Baca juga : Potensi Hujan 30 Agustus–1 September, Menhut Minta OMC Dimaksimalkan

Arif menjelaskan teknologi modifikasi cuaca dapat dilakukan menggunakan material natrium klorida (NaCl) berukuran 25 mikron. Menurut dia, teknologi tersebut merupakan salah satu metode yang efisien untuk mendukung pembentukan hujan.

“Di mana itu teknologi yang sangat-sangat efisien untuk membuat hujan buatan,” katanya.

Selain memanfaatkan teknologi yang telah tersedia, BRIN akan terus mengkaji dan mengembangkan berbagai teknologi terkini yang dinilai dapat mendukung upaya penanganan karhutla.

“Teknologi modifikasi cuaca dengan berbagai teknologi terkini itu saya kira bisa kita lakukan,” ujar Arif.

BRIN juga tengah mengkaji metode pemadaman api menggunakan tepung yang sebelumnya telah dipraktikkan di masyarakat. Menurut Arif, setiap metode atau teknologi yang berkembang di masyarakat perlu diuji secara ilmiah untuk mengetahui efektivitas serta kemungkinan penerapannya dalam skala yang lebih luas.

Baca juga : Menhut Koordinasikan Langkah Pengendalian Karhutla di Riau

“Tugas BRIN itu memang segala praktik yang ada di masyarakat, yang sudah dipraktikkan, kita kaji secara saintifik, benar apa tidak,” katanya.

Ia mengatakan teknologi atau metode yang berkembang di masyarakat tidak serta-merta ditolak. BRIN akan melakukan validasi melalui kajian ilmiah untuk memastikan dasar teori dan efektivitasnya.

“Jadi, teknologi-teknologi yang muncul dari masyarakat coba kita validasi. Nah, ternyata memang secara teori, hipotesis, yes, betul,” ujarnya.

Meski demikian, Arif mengatakan tantangan utama adalah menerapkan metode tersebut dalam penanganan kebakaran berskala luas. Efektivitas suatu metode pada skala kecil, kata dia, belum tentu dapat langsung diterapkan pada kebakaran hutan dan lahan dengan cakupan area yang besar.

“Tapi yang sekarang harus kita pikirkan adalah untuk skala berapa? Ya kan skala kebakaran hutan kan luas sekali,” tuturnya.

Baca juga : Karhutla Pelalawan, Menhut: Jangan Tinggalkan Lokasi Sebelum Tuntas

Karena itu, BRIN bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah menyiapkan kajian dan melakukan uji coba untuk mengetahui sejauh mana metode tersebut dapat diterapkan dalam penanganan kebakaran dengan skala yang lebih besar.

Arif berharap rangkaian penelitian dan pengujian tersebut dapat segera menghasilkan teknologi atau metode yang efektif untuk mendukung penanganan karhutla di Indonesia.

“Mohon doanya, mudah-mudahan ini bisa cepat berhasil,” pungkas Arif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.