BREAKING NEWS
 

Target Evaluasi Program SMK Go Global

40 Ribu Calon Pekerja Migran Dilatih Sebelum Penempatan

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Selasa, 1 September 2026 06:55 WIB
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memberi arahan melalui daring dalam Launching SMK Go Global, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. KP2MI

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengevaluasi pelaksanaan program SMK Go Global untuk memastikan seluruh kuota peserta tahap uji coba pada 2026 terserap maksimal. Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu peserta mengikuti program tersebut tahun ini.

Evaluasi pelaksanaan program yang masih tergolong baru itu dilakukan untuk menyempurnakan berbagai aspek. Mulai dari proses seleksi, kesiapan fasilitas pelatihan, hingga persiapan penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Rapat evaluasi SMK Go Global digelar di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin (31/8/2026). Rapat tersebut dipimpin Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla bersama jajaran KP2MI.

Dzulfikar mengatakan, program SMK Go Global menargetkan 500 ribu peserta dalam jangka waktu lima tahun. Pada tahap uji coba tahun 2026, Pemerintah membuka kuota sekitar 40 ribu peserta.

Pada batch pertama, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 14 ribu orang. Mereka mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.

Baca juga : Emil Tetapkan Target 1 Dapil 1 Kursi Dewan

Dari jumlah tersebut, sekitar 3 ribu peserta telah siap memasuki proses penempatan melalui Sistem Informasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiP2Mi).

Menurut Dzulfikar, capaian program SMK Go Global harus terus dievaluasi mengingat program tersebut masih relatif baru. Dia menargetkan seluruh kuota yang tersedia dapat terserap pada akhir September 2026.

“Karena program ini merupakan program baru, kami harus sering duduk bareng untuk menyatukan persepsi dan pemahaman, sehingga ke depannya sampai 30 September dipastikan dapat terserap 100 persen,” katanya.

Adsense

Untuk mendukung penyerapan kuota tersebut, Dzulfikar menyoroti kesiapan berbagai fasilitas yang menjadi bagian dari pelaksanaan program. Jajaran KP2MI diminta serius memantau kesiapan migrant center, kapasitas pelatihan, hingga kebutuhan pengadaan melalui katalog.

Menurutnya, kesiapan tersebut penting untuk memastikan persiapan calon pekerja migran sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di luar negeri.

Baca juga : Jangan Persulit Layanan Kesehatan Korban Gempa!

Dikatakan, keberadaan migrant center harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Kapasitas fasilitas pelatihan juga perlu dihitung kembali agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan pelatihan yang harus dipenuhi.

Migrant center ini harus ada target yang proper seperti apa. Jika jumlah migrant center sudah cukup, tidak perlu ada tambahan lagi. Selain itu, penting adanya evaluasi kapasitas tambahan pelatihan di seluruh fasilitas yang sudah terpakai sekarang, sehingga kita tahu kebutuhan untuk ekatalog ada berapa,” paparnya.

Selain kesiapan fasilitas, Dzulfikar menekankan pentingnya penyampaian informasi yang jelas kepada CPMI. Informasi mengenai jenis pekerjaan, negara tujuan, kondisi kerja, hak dan kewajiban, biaya, serta mekanisme pengaduan perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan informasi yang simpang siur.

Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Dwiyono mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan program SMK Go Global.

Salah satunya terjadi di Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung yang membutuhkan pendampingan, peningkatan kapasitas, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Baca juga : BI Serukan Sinergi Kebijakan Lintas Negara Dan Lembaga

“Jangan sampai permasalahan yang ada di batch I terulang kembali di batch berikutnya,” ujarnya. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 1 September 2026 dengan judul "Target Evaluasi Program SMK Go Global 40 Ribu Calon Pekerja Migran Dilatih Sebelum Penempatan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense