Dark/Light Mode

Kembali Nahkodai Demokrat Jatim

Emil Tetapkan Target 1 Dapil 1 Kursi Dewan

Selasa, 1 September 2026 06:50 WIB
Sekjen DPP Demokrat, Herman Khaeron (dua kanan) menyerahkan pataka kepada Ketua DPD Demokrat Jatim periode 2026-2031 Emil Elestianto Dardak (kanan) dalam Musda VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Instagram/emildardak)
Sekjen DPP Demokrat, Herman Khaeron (dua kanan) menyerahkan pataka kepada Ketua DPD Demokrat Jatim periode 2026-2031 Emil Elestianto Dardak (kanan) dalam Musda VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Instagram/emildardak)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sabtu (29/8/2026), kembali menetapkan Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim periode 2026-2031. Emil terpilih secara aklamasi, setelah seluruh pemilik hak suara memberi dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat, Herman Khaeron menyatakan, seluruh pemegang hak suara, yakni 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau pengurus tingkat kabupaten dan kota, DPD Demokrat Jatim, serta DPP Demokrat memberi dukungan kepada Emil Dardak.

“Jadi, sah ya. Ini aklamasi untuk Pak Emil Dardak kembali memimpin Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031. Saya usulkan ke DPP, dan tim formatur akan bekerja,” ujar Herman di Novotel Surabaya, Jatim, Sabtu (29/8/2026).

Sementara, Emil langsung memasang target di Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. Menurut dia, Demokrat menargetkan meraih minimal satu kursi Dewan dari setiap daerah pemilihan (dapil) di Provinsi Jatim.

Baca juga : Jangan Persulit Layanan Kesehatan Korban Gempa!

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim itu menegaskan, target itu berlaku berjenjang, mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat kabupaten dan kota, hingga DPR. Pihaknya menginginkan, seluruh penjuru Jatim memiliki keterwakilan kader Demokrat di parlemen.

“Setiap penjuru Jawa Timur harus memiliki keterwakilan kader Partai Demokrat hingga di Senayan. Jadi, tinggal dihitung saja berapa jumlah dapil yang ada di Jawa Timur. Kami akan bekerja keras,” tegas Emil dalam keterangannya, dikutip Senin (31/8/2026).

Dia menambahkan, target tersebut tak bisa dicapai dengan cara mengandalkan kerja politik menjelang hari pemungutan suara. Sebab itu, Emil meminta seluruh kader Demokrat melakukan kerja nyata, dan membuktikan manfaat keberadaan partai kepada masyarakat.

“Itulah tugas bersama. Jangan bicara pemilihan legislatif, sebelum memberikan dampak nyata,” ucapnya.

Baca juga : Politisi Kebon Sirih Endus Kejanggalan Proyek Padel

Menurut Emil, masyarakat tidak cukup diyakinkan dengan janji politik. Kinerja kader yang telah mendapatkan amanah di pemerintahan dan lembaga legislatif harus menjadi bukti konkret, untuk membangun kepercayaan sekaligus memperkuat elektabilitas partai.

“Kehadiran kader Demokrat bukan hanya untuk menjemput pemilihan berikutnya. Kader-kader harus membuktikan, setiap suara di kotak suara tidak pernah dikhianati,” tegasnya.

Lebih lanjut, Emil menyinggung tentang wilayah yang belum memiliki perwakilan kader Demokrat di DPR, tapi sudah memiliki kader di DPRD Jatim. Dia meminta, kader yang duduk di parlemen di daerah tersebut menunjukkan kinerja, agar masyarakat mengenal dan mempercayai Demokrat.

Bagi Emil, strategi pemenangan Pemilu 2029 harus dimulai dari penguatan organisasi. Dia menegaskan, tidak boleh ada sekat antargenerasi dalam tubuh Demokrat Jatim. Kader senior dan kader muda harus ditempatkan berdasarkan loyalitas, semangat, kemampuan, dan kontribusinya terhadap partai.

Baca juga : Real Madrid Sempurna

“Intinya, kita ingin kader-kader yang loyal dan penuh semangat. Kita tidak membeda-bedakan generasi, kader-kader kita ini mewakili berbagai generasi,” cetusnya.

Emil yang juga ditetapkan sebagai ketua tim formatur, yang akan menyusun kepengurusan Demokrat Jatim periode mendatang. Dia memastikan, kolaborasi lintas generasi akan menjadi salah satu kekuatan organisasi untuk menghadapi agenda politik ke depan.

“Kehadiran kader dari berbagai kelompok usia memberi gambaran, Demokrat tidak membatasi kader berdasarkan generasi. Kader senior dengan segala pengalamannya tetap dibutuhkan partai, sementara kader muda memiliki energi dan perspektif baru,” tandasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.