RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memperkuat dukungan terhadap program percepatan perbaikan hunian atau bedah rumah. Dukungan tersebut diperlukan untuk mempercepat peningkatan kualitas hunian, sekaligus memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, program bedah rumah salah satu bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Secara nasional, sejak 2025 Pemerintah telah merenovasi 400 ribu rumah di berbagai daerah.
“Bapak Presiden Prabowo itu sudah membuat program 400 ribu rumah dibedah, seluruh Indonesia. Itu luar biasa. Belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Tito dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, dukungan Pemda diperlukan agar pelaksanaan program berjalan cepat dan tepat sasaran. Jajaran Pemda, kata dia, perlu memastikan urusan administrasi masyarakat yang telah memenuhi persyaratan dapat segera diproses tanpa hambatan yang tidak perlu.
Baca juga : Pidato Di HUT Ke-25 Demokrat, AHY Ingatkan Kekuasaan Adalah Amanat Rakyat
Penyederhanaan persyaratan yang telah dilakukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), lanjut Tito, juga perlu diikuti dengan dukungan Pemda. Dukungan terutama diperlukan dalam proses pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat.
“Pak Menteri Perumahan Pak Maruarar Sirait sudah membuat kemudahan-kemudahan untuk persyaratan. Ya dulu harus ada sertifikat segala macam, sekarang nggak. Cukup [surat] keterangan saja dari lurahnya cukup,” jelasnya.
Mantan Kapolri itu juga mengajak masyarakat mendukung proses pembangunan di lingkungan masing-masing. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan lancar dan tujuan penyediaan hunian yang layak dan nyaman dapat tercapai.
Tito berharap, program bedah rumah tidak hanya memperbaiki kondisi hunian, tetapi juga meningkatkan kualitas permukiman secara keseluruhan. Dampak program ini akan semakin besar jika perbaikan dilakukan secara menyeluruh dalam satu kawasan.
Baca juga : Kinerjanya Dinilai Buruk, 5 Parpol Kompak Ancam Makzulkan Bupati Tapteng
“Bayangkan dari satu kampung ini, satu dari ini, 800 rumah diperbaiki semua. Hebat nggak? Top nggak?” pungkasnya.
Sementara Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, selain melalui program bedah rumah, Pemerintah memperkuat pembiayaan perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga 1 September 2026, pembiayaan KPP telah mencapai Rp 26,4 triliun untuk 106.538 debitur.
Dari sisi suplai, pembiayaan KPP mencapai Rp 24,6 triliun untuk 3.319 debitur. Sementara dari sisi permintaan, pembiayaan tersebut telah dimanfaatkan 103.183 debitur.
Maruarar menyebut, pembiayaan KPP dari sisi permintaan paling banyak dimanfaatkan untuk merenovasi rumah masyarakat. Rumah yang telah direnovasi kemudian dimanfaatkan sebagai tempat menjalankan kegiatan usaha.
Baca juga : Bulog Siap Guyur Pasar 110 Ribu Ton Beras Ekstra
Tahun ini, KPP memiliki plafon pembiayaan hingga Rp 50 triliun untuk mendukung kebutuhan sektor perumahan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
“Kami juga ingin masyarakat memiliki akses terhadap pembiayaan untuk memperbaiki rumah dan mengembangkan kegiatan ekonominya,” ujarnya. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 7 September 2026 dengan judul "Hunian Layak Untuk Wong Cilik Pemda Diminta Gaspol Bedah Rumah Warga"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.