BREAKING NEWS
 

Jaga Produksi Durian Sulteng

Mentan Turunkan Tim Ahli Tangani Penyakit Bangkalan

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 10 September 2026 09:18 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan tim ahli lintas lembaga mengkaji gejala bangkalan yang ditemukan di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong. Foto: Kementan

 Sebelumnya 
Ketua kelompok tani I Wayan Budarsana mengapresiasi langkah pemerintah yang melibatkan tim ahli untuk melihat kondisi tanaman secara langsung. Ia berharap hasil kajian dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi petani, terutama dalam hal pemupukan, kesuburan tanah, dan pengelolaan lahan.

Kementan akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah, peneliti, perguruan tinggi, petugas POPT, PPL, serta pemangku kepentingan lainnya. Hasil kajian akan menjadi pijakan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Baca juga : Kritik Pemotongan DBH, PKB Sulteng Minta Pemprov Tak Buru-buru Tambah Utang

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan produktivitas dan kualitas buah durian di Sulawesi Tengah sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Sebagai informasi, durian merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki potensi ekonomi besar bagi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, luas kebun durian di provinsi tersebut mencapai sekitar 36 ribu hektare, dengan sekitar 12 ribu hektare di antaranya telah berproduksi.

Baca juga : Kementan Perkuat Pendampingan Pelepasan Varietas Tanaman

Data BPS juga mencatat produksi durian Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 95.140 ton, dengan sentra produksi terbesar berada di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong. Potensi durian tersebut bahkan telah berkembang hingga pasar ekspor.

Karena itu, penguatan penanganan di tingkat sentra produksi menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan produksi durian Sulawesi Tengah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense