Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kementan Perkuat Pendampingan Pelepasan Varietas Tanaman
Kamis, 3 September 2026 16:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha, pemulia tanaman, dan kalangan akademisi dalam proses pelepasan varietas tanaman serta pendaftaran varietas hortikultura.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Coaching Clinic Pelepasan Varietas Tanaman dan Pendaftaran Varietas Hortikultura yang digelar Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) di Malang, Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membantu para pemangku kepentingan menghadapi perubahan regulasi perizinan berusaha berbasis risiko. Terutama setelah diterapkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Kepala Pusat PVTPP Indra Zakariya Rayusman mengatakan, masa transisi dari KBLI 2020 menuju KBLI 2025 masih menimbulkan sejumlah kendala teknis dan administratif di lapangan.
Persoalan tersebut antara lain berupa ketidaksesuaian pemetaan kode KBLI lama dalam akta perusahaan, perubahan kategori tingkat risiko usaha yang berdampak pada dokumen lingkungan, hingga tertundanya proses verifikasi akibat sinkronisasi sistem.
"Coaching clinic ini kami selenggarakan khusus untuk memberikan pemahaman menyeluruh serta pendampingan langsung. Varietas unggul merupakan fondasi utama mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional," ujar Indra, Rabu (2/9/2026).
Baca juga : Mentan Pecat 13 Pegawai Kementan Yang Terbukti Main Judol
Menurutnya, proses pelepasan varietas yang efisien dan memiliki kepastian hukum menjadi faktor penting untuk mempercepat lahirnya inovasi dari para pemulia tanaman.
Dengan proses yang semakin baik, inovasi tersebut diharapkan lebih cepat menghasilkan benih berkualitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha pertanian.
Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Ladiani Retno Widowati menambahkan, pembaruan varietas menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah perubahan iklim dan dinamika ekosistem.
Menurutnya, varietas yang telah beredar lebih dari 10 tahun perlu dievaluasi. Sebab, seiring waktu varietas tersebut berpotensi mengalami penurunan ketahanan terhadap Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) maupun perubahan karakter.
"Adanya perubahan iklim, pemanasan global, dan dinamika ekosistem menuntut hadirnya varietas baru yang lebih adaptif dan memiliki produktivitas tinggi," tutur Retno.
Karena itu, Kementan terus mendorong penggunaan benih bersertifikat sekaligus mempercepat proses pelepasan varietas yang memiliki keunggulan nyata, baik dari sisi produktivitas maupun kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Baca juga : Kementan Kirim Bantuan Alsintan Ke Papua Tengah
Dari kalangan pelaku usaha, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif. Perwakilan asosiasi perbenihan Ikatan Produsen Benih Hortikultura (IPBH) dan Asbenindo, Muhammad Aris, menilai kepastian serta kecepatan penerbitan Surat Keputusan (SK) pelepasan varietas menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri perbenihan.
Aris juga mendorong penguatan perlindungan hukum melalui skema Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Hal ini dinilai penting, terutama untuk menghadapi maraknya peredaran benih ilegal melalui berbagai platform daring.
Sementara itu, Mariska Andrea dari Direktorat Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Non-Industri BKPM menjelaskan mengenai penerapan sistem Online Single Submission (OSS) berbasis PP Nomor 28 Tahun 2025 serta implementasi KBLI 2025.
Ia menegaskan, perizinan yang telah diterbitkan sebelum penerapan KBLI 2025 tetap sah dan berlaku.
"Perizinan yang telah diterbitkan sebelum penerapan KBLI 2025 tetap sah dan berlaku," katanya.
Bagi pelaku usaha yang mengalami kendala teknis dalam penggunaan akun OSS, BKPM juga menyediakan layanan konsultasi secara tatap muka maupun melalui video call.
Baca juga : Kementan Tingkatkan Inovasi dan Daya Saing Pemuliaan Tanaman
Layanan tersebut memiliki kuota konsultasi hingga 200 orang setiap hari melalui portal resmi OSS.
Dalam kegiatan ini, peserta juga mengikuti simulasi interaktif dan pemecahan masalah secara langsung dengan metode door-to-door. Peserta diberi kesempatan menyampaikan persoalan perizinan yang dihadapi untuk mendapatkan solusi langsung dari pihak terkait.
Pendampingan tersebut tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga kalangan perguruan tinggi dan produsen benih swasta.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementan membangun ekosistem perbenihan yang lebih cepat, mudah, dan memiliki kepastian hukum. Pada akhirnya, percepatan proses tersebut diharapkan mampu mempercepat hadirnya varietas-varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya