RM.id Rakyat Merdeka - Perkembangan positif penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau di Riau dan Jambi, yang tidak mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence pada pemantauan terakhir. Sebaliknya, hotspot Kalimantan Tengah (Kalteng) justru melonjak.
Berikut rapor penanganan karhutla berdasarkan data SiPongi (Sistem Pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan) yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Jumat, 11 September 2026 pukul 21.15 WIB:
1. Terdeteksi 688 Hotspot High Confidence
Secara nasional, terdeteksi 688 hotspot high confidence, meningkat dibandingkan 569 titik pada 10 September 2026.
2. Sebaran Hotspot di 6 Provinsi Prioritas
Berikut data sebaran hotspot di enam provinsi prioritas:
- Kalimantan Tengah: 271 titik, meningkat dari 96 titik
- Kalimantan Barat: 51 titik, meningkat dari 39 titik
- Kalimantan Selatan: 47 titik, meningkat dari 9 titik
- Sumatera Selatan: 11 titik, turun dari 34 titik
- Riau: 0 titik, dari sebelumnya 18 titik
- Jambi: 0 titik, dari sebelumnya 2 titik.
3. Hotspot Kalteng Naik Drastis
Hotspot high confidence di Kalimantan Tengah (Kalteng) melonjak drastis dari angka 96 titik pada 10 September 2026, menjadi 271 titik pada 11 September 2026 atau bertambah 175 titik.
Data tersebut menunjukkan konsentrasi perhatian pengendalian saat ini terutama berada di Kalteng, yang mencatat hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas. Penguatan operasi juga dilakukan di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), yang masing-masing mencatat 51 titik dan 47 titik.
4. Riau dan Jambi Nihil
Baca juga : Padamkan Karhutla, Mayawana Persada Kolab dengan Masyarakat Peduli Api dan BPBD
Perkembangan yang lebih baik terlihat di Sumatera. Riau dan Jambi, saat ini nihil hotspot high confidence. Sementara Sumatera Selatan (Sumsel), kini mencatat 11 titik.
Patroli dan upaya pencegahan tetap dilakukan karena kondisi karhutla dapat berubah mengikuti cuaca dan kondisi bahan bakar di lapangan.
Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak lainnya terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, serta pendinginan.
5. Jepang Bantu 3 Helikopter dan 180 Personel
Pemerintah Jepang membantu penanganan karhutla melalui operasi water bombing di enam provinsi prioritas, dengan mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) plus 180 personel.
Sebelum dioperasikan, tiga helikopter yang dibawa menggunakan Kapal JMSDF JS Kunisaki dan tiba di Terminal Kijing, Kalbar telah menjalani kesiapan teknis dan keselamatan penerbangan melalui tahapan persiapan dan flight test.
Dalam pelaksanaannya, pengawasan operasional helikopter Jepang berada di bawah TNI, termasuk aspek keamanan, flight clearance, dan penempatan Safety Officer. Sementara misi penerbangan dikoordinasikan bersama BNPB. Dukungan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia-Jepang di bidang Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
Baca juga : BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
Kehadiran tiga Chinook akan memperkuat kemampuan pemadaman udara, terutama untuk menjangkau wilayah kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi darat. Dukungan Jepang bersifat memperkuat kemampuan nasional yang telah dikerahkan dan akan diintegrasikan dengan keseluruhan operasi pengendalian karhutla pemerintah.
Sebelumnya, pemerintah telah mengaktifkan 53 armada udara. Sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, dan 19 armada lainnya digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pengerahan seluruh armada dilakukan berdasarkan perkembangan hotspot, hasil verifikasi lapangan, kondisi kebakaran, serta kondisi meteorologis.
6. Operasi Modifikasi Cuaca Disiagakan
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap disiagakan untuk memanfaatkan potensi awan yang memenuhi persyaratan guna membantu pembasahan lahan. Khusus pada ekosistem gambut, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan terus dilakukan secara berkelanjutan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api tidak lagi terlihat.
7. Kualitas Udara di Sebagian Kalimantan Berbahaya
Berdasarkan pemantauan PM2,5, kondisi kualitas udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Pada wilayah tertentu di Kalimantan, terpantau masuk kategori berbahaya.
Kondisi kualitas udara terus dipantau bersama perkembangan hotspot, kondisi api di lapangan, sebaran asap, curah hujan, dan kondisi meteorologis sebagai bahan dalam menentukan prioritas operasi.
8. Jarak Pandang Terbatas
Baca juga : BNPB Tegaskan Anggaran Penanganan Karhutla Tak Dikurangi
Informasi BMKG pada 11 September menunjukkan kondisi jarak pandang masih bervariasi. Di Pontianak, pemantauan BMKG di kawasan Pelabuhan Dwikora menunjukkan kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar 1-3 kilometer pada beberapa periode pengamatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengaruh partikel di udara masih perlu menjadi perhatian di Kalimantan Barat.
Di wilayah Banjarmasin, BMKG mencatat kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar 4 kilometer pada awal periode, kemudian membaik hingga sekitar 10 kilometer seiring perubahan kondisi cuaca.
Kondisi jarak pandang bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan kebakaran di lapangan. Karena itu, hotspot tidak dibaca sebagai satu-satunya indikator, tetapi dilihat bersama kondisi aktual kebakaran, kualitas udara, cuaca, sebaran asap, dan jarak pandang.
Kemenhut bersama seluruh pihak terkait terus melakukan pemantauan dan pengendalian secara terpadu untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Kemenhut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin. Laporan dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.