RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan madrasah mendapat perhatian yang setara dalam agenda revitalisasi pendidikan nasional.
Penguatan sarana dan prasarana hingga peningkatan kualitas guru dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Staf Khusus Menteri Agama (Menag) RI, Gugun Gumilar mengatakan, madrasah tidak boleh tertinggal dalam program revitalisasi satuan pendidikan yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan prioritas Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia. Madrasah harus mendapatkan perhatian yang sama dan tidak boleh tertinggal,” ujar Gugun di Semarang, Jawa Tengah.
Baca juga : Prabowo Tiba di India, Siap Perkuat Peran Indonesia di KTT ke-18 BRICS
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak akan optimal tanpa pemerataan kualitas pendidikan. Karena itu, revitalisasi satuan pendidikan perlu mencakup peningkatan sarana dan prasarana, mutu pembelajaran, serta penguatan peran dan kualitas tenaga pendidik.
Madrasah dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mencetak generasi bangsa. Selain membangun kompetensi akademik, madrasah turut berperan dalam membentuk karakter, akhlak, dan nilai keagamaan peserta didik.
“Peningkatan kualitas pendidikan dan guru harus dilakukan secara merata, termasuk di lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi bangsa,” tutur Gugun.
Komitmen tersebut sejalan dengan program revitalisasi satuan pendidikan yang telah dijalankan pemerintah. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 13,28 triliun untuk pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan.
Baca juga : Golkar: MBG Terbukti Nyata Dongkrak Ekonomi Rakyat
Program tersebut berlanjut pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.
Stafsus Menag menilai, keberlanjutan program tersebut harus mampu dirasakan secara nyata oleh madrasah, terutama satuan pendidikan yang masih membutuhkan penguatan fasilitas dan dukungan peningkatan mutu.
“Revitalisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik. Yang paling penting adalah bagaimana kualitas pendidikan, guru, dan peserta didik ikut meningkat,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan bersama Yayasan Sinar Mafatihul Huda, Kota Semarang, Jawa Tengah. Turut hadir Bambang, Lurah Tawang Mas, Semarang Barat; Lina, Kepala MTs Mafatihul Huda; serta Muhson, Kepala MI Mafatihul Huda.
Baca juga : Prabowo Pidato di HUT Demokrat: Demokrasi Banyak Warna, Tapi Rukun
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, yayasan, dan pengelola madrasah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut Gugun, keberhasilan revitalisasi pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan dan dukungan anggaran berjalan, sementara satuan pendidikan menjadi ujung tombak dalam memastikan peningkatan mutu benar-benar dirasakan peserta didik.
“Guru dan madrasah adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, madrasah harus berada dalam arus utama pembangunan pendidikan nasional dan tidak boleh tertinggal,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.