RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat, water bombing, patroli udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Berikut rapor penanganan karhutla berdasarkan
data SiPongi Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Sabtu 12 September 2026 pukul 21.04 WIB:
1. Hotspot High Confidence Kini 567, Turun 121
Pemantauan terbaru menunjukkan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun menjadi 567 titik, atau berkurang 121 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 688 titik.
2. Sebaran Hotspot di 6 Provinsi Prioritas
Berikut rincian hotspot high confidence pada enam provinsi prioritas :
- Kalimantan Tengah (Kalteng): 197 titik, turun dari 271 titik
- Kalimantan Barat (Kalbar): 91 titik, meningkat dari 51 titik
- Sumatera Selatan (Sumsel): 62 titik, meningkat dari 11 titik
- Kalimantan Selatan (Kalsel): 7 titik, turun dari 47 titik
- Riau: 0 titik
- Jambi: 0 titik
3. Hotspot Kalteng Tertinggi
Kalteng masih mencatat jumlah hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas, meskipun jumlahnya menurun dibanding sehari sebelumnya.
Saat ini, hotspot Kalteng berjumlah 197 titik, turun dari 271 titik.
4. Riau dan Jambi Masih Nihil Hotspot
Baca juga : Kemenhut Bongkar Peredaran Kayu Ilegal Di Buru Selatan, 387 Batang Disita
Sama seperti kemarin, Riau dan Jambi tetap nihil hotspot high confidence pada pemantauan terakhir.
5. Hotspot Kalbar dan Sumsel Bertambah
Di antara enam provinsi prioritas, kenaikan jumlah hotspot high confidence tercatat di Kalbar dan Sumsel. Kalbar naik dari 51 titik menjadi 91 titik. Sementara Sumsel bertambah dari 11 titik ke 62 titik.
Peningkatan hotspot di Kalbar dan Sulsel menjadi perhatian dalam penguatan patroli, groundcheck, serta operasi pemadaman.
6. Progress Operasi Modifikasi Cuaca
Sebagai bagian dari strategi pencegahan dan pengendalian, Kemenhut terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalbar dan Kalteng.
Berdasarkan laporan pelaksanaan OMC Kemenhut, operasi di Kalbar yang berlangsung pada 5-14 September telah melaksanakan 9 sortie penerbangan, dengan bahan semai 7.200 kilogram NaCl.
Penyemaian dilakukan pada wilayah sasaran di Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Landak, Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Sintang, Ketapang, dan Kayong Utara.
Baca juga : Rapor Karhutla Hari Ini: Hotspot Kalteng Melonjak, Riau Jambi Nihil
Pelaksanaan OMC tersebut menghasilkan estimasi volume air hujan sekitar 87,9 juta meter kubik. Perhitungan peningkatan curah hujan secara keseluruhan akan dilakukan setelah operasi berakhir.
Sementara itu, OMC di Kalimantan Tengah dilaksanakan pada 6-15 September 2026. Hingga 11 September telah dilaksanakan 7 sortie dengan bahan semai sebanyak 5.600 kilogram NaCl.
Penyemaian antara lain dilakukan di sekitar Kapuas, Palangka Raya, Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, dan Pulang Pisau.
Hujan yang dihasilkan melalui OMC membantu pembasahan lahan dan mendukung kerja tim pemadaman di lapangan.
Meski demikian, terutama pada ekosistem gambut, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan harus tetap dilakukan secara berkelanjutan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan.
7. Patroli Jalan Terus
Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak lainnya terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, serta pendinginan.
8. 53 Unit Armada Udara Disiagakan
Baca juga : Padamkan Karhutla, Mayawana Persada Kolab dengan Masyarakat Peduli Api dan BPBD
Pemerintah tetap menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas.
Dari jumlah tersebut, 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC.
9. Kapasitas Udara Diperkuat 3 Heli Jepang
Kapasitas operasi udara juga diperkuat dengan dukungan Pemerintah Jepang berupa tiga helikopter CH-47 Chinook yang telah tiba di Kalimantan Barat.
Ketiga helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasi water bombing, setelah melalui tahapan persiapan teknis dan keselamatan penerbangan.
Dukungan Jepang tersebut merupakan bagian dari kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief Indonesia-Jepang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.