BREAKING NEWS
 

Perkuat Koridor Gajah Sumatera di Bukit Tigapuluh, Menhut Libatkan Masyarakat

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 28 September 2026 22:01 WIB
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya memperkuat koridor gajah Sumatera di Lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi, terus didorong Kementerian Kehutanan. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan habitat dan konservasi gajah.

Salah satu bentuk keterlibatan tersebut dilakukan melalui pengayaan pakan gajah yang ditanam langsung oleh masyarakat sekitar.

Menhut Raja Juli melihat langsung kegiatan pengayaan pakan tersebut di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Jambi, Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Senin (28/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli didampingi Gubernur Jambi Al Haris, Sekda Kabupaten Tebo Sindi, Kapolres Tebo AKBP Triyanto, dan Dandim Bungo Tebo Letkol Yudi Susilo.

Baca juga : Drone EagleEye Bawa Kemenhut Juara I Piala Panglima TNI 2026

Program restorasi berbasis masyarakat di PIKG dilakukan melalui pengayaan pakan seluas 2,8 hektare. Jenis tanaman yang dikembangkan antara lain tebu, pisang, nanas, dan rumput gajah.

Menhut Raja Juli mengatakan, Lanskap Bukit Tigapuluh memiliki populasi gajah yang diperkirakan mencapai sekitar 130 individu. Namun, jumlah tersebut masih dimungkinkan lebih banyak.

Pemantauan pergerakan gajah juga diperkuat melalui pemasangan GPS collar pada hampir seluruh gajah yang dipantau. Ke depan, pemerintah berencana menambah empat GPS collar.

Adsense

“Kita sudah pasang GPS collar di hampir semua gajah di sini, mudah-mudahan akan ditambah empat lagi. Sehingga ke depan sudah mengetahui ke mana jalur jelajahnya,” ujar Raja Juli.

Baca juga : Menhut Perintahkan Water Bombing Atasi Karhutla Dekat Habitat 200 Orangutan

Menurut Raja Juli, perlindungan gajah tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan masyarakat dan pengelolaan lanskap secara bersama.

Karena itu, diperlukan solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan konservasi sekaligus kebutuhan masyarakat.

“Tentu tidak perlu dipertentangkan bahwa seolah-olah nanti kita lebih berpihak kepada gajah daripada manusia, atau sebaliknya. Toh kita tahu bahwa kita harus hidup berdampingan dengan alam,” katanya.

Pendekatan tersebut juga dikembangkan melalui Protect30 dalam pengelolaan Lanskap Bukit Tigapuluh.

Baca juga : Kemenhut Telusuri 697 Batang Kayu Log Hanyut Ke Pesisir Sumenep

Program ini mencakup konservasi biodiversitas dan forest-positive action, dengan tujuan menjaga ekosistem lanskap, kelestarian komoditas, kestabilan sosial, serta mendorong pelibatan sektor swasta.

Raja Juli juga membuka peluang pemanfaatan skema Perhutanan Sosial sebagai salah satu pilihan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Skema tersebut diharapkan tetap mendorong pengelolaan kawasan yang produktif dan berkelanjutan.

“Jadi pembangunan terus bisa berjalan, tapi lingkungan hidup terjaga dan yang secara bersamaan juga hak masyarakat, hak masyarakat itu juga kita bisa akomodir dengan baik,” tandas Raja Juli.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense