BREAKING NEWS
 

Orasi Ilmiah di STAH Dharma Nusantara, Stafsus Menag Ungkap Capaian 2 Tahun Prabowo

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 4 Oktober 2026 14:42 WIB
Foto: Kemenag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan manusia, pemerataan pendidikan, hingga penguatan kerukunan umat beragama menjadi bagian dari capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama (Menag) Gugun Gumilar dalam orasi ilmiah di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, Sabtu (4/10/2026).

Dalam paparannya, Gugun membeberkan sejumlah capaian Kementerian Agama sepanjang 2025-2026 yang diperkuat data kinerja kementerian.

Gugun menegaskan, pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia dan penguatan kerukunan.

"Yang dibangun Presiden Prabowo bukan hanya jalan dan gedung, tapi yang paling utama adalah manusia Indonesia yang cerdas, sejahtera, dan rukun. Itulah fondasi sejati menuju Indonesia Emas 2045," ujar Gugun.

Di bidang pendidikan, Kemenag mencatat penyaluran bantuan pendidikan dalam jumlah besar.

Sebanyak 5.180.170 siswa menerima Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp 4,038 triliun dan 289.255 mahasiswa menerima KIP-Kuliah senilai Rp3 ,032 triliun pada 2025-2026.

Baca juga : Stafsus Menag Apresiasi Program Gentengisasi, Dukung Ruang Keagamaan Inklusif

Selain itu, jutaan siswa madrasah dan sekolah agama juga mendapat fasilitasi pendidikan, mulai dari 1,5 juta siswa PAUD hingga 1,2 juta mahasiswa perguruan tinggi keagamaan (PTK).

"Ini bukti negara tidak pernah absen. Tidak ada lagi anak bangsa yang putus sekolah karena biaya. Presiden Prabowo memastikan semua anak, dari Sabang sampai Merauke, dari semua agama, mendapatkan hak pendidikan yang sama," tegas Gugun.

Kesejahteraan guru juga menjadi salah satu perhatian. Pada 2025, sebanyak 452.796 guru madrasah dan guru pendidikan agama menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai Rp 19,148 triliun.

Jumlah tersebut meningkat pada 2026 menjadi 671.704 guru dengan anggaran Rp 25,996 triliun. Sementara itu, sebanyak 183.787 dosen lulus sertifikasi dengan tunjangan mencapai Rp 5,783 triliun.

"Kesejahteraan guru adalah prioritas Presiden Prabowo. Beliau sangat paham, tidak ada pendidikan berkualitas tanpa guru yang sejahtera dan bermartabat. Ini adalah penghormatan negara kepada pahlawan tanpa tanda jasa," kata Gugun.

Dari sisi sarana pendidikan, ratusan madrasah direvitalisasi dengan anggaran ratusan miliar rupiah.

Adsense

Sebanyak 2.180 papan digital interaktif senilai Rp 71,62 miliar juga disebarkan ke 551 madrasah. Selain itu, delapan gedung UIN dibangun melalui skema Saudi Fund dengan nilai Rp 881 miliar.

Baca juga : Stafsus Menag Hadiri HUT ke-47 PGPI, Apresiasi Peran Gereja Merawat Kerukunan

"Kita tidak lagi bicara tentang kesenjangan digital. Madrasah di pelosok kini belajar dengan papan digital interaktif. Ini lompatan besar pemerataan teknologi pendidikan," imbuhnya.

Di bidang kerukunan umat beragama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencapai 77,89.

Angka tersebut melampaui target RPJMN 2025-2029 sebesar 76,77 dan meningkat dibandingkan 2024 yang berada di level 76,47. Capaian tersebut juga mendekati target akhir periode 2029 sebesar 78,25.

Sementara itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama meningkat menjadi 84,20 dan Indeks Kepuasan Layanan KUA mencapai 86,03.

Berdasarkan survei Poltracking pada Agustus 2026, nilai kerukunan pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai publik mencapai 72,5 persen.

"Di bawah Presiden Prabowo, Kementerian Agama membuktikan bahwa negara hadir untuk semua agama. Kerukunan bukan jargon, tapi angka yang terukur. Bapak Presiden selalu berpesan, jaga kerukunan, rawat kebhinekaan, karena itulah kekuatan kita," ujar Gugun.

Menurut dia, pelaksanaan orasi ilmiah di STAH Dharma Nusantara juga menjadi simbol pentingnya kebersamaan antarumat beragama.

Baca juga : Sebut Narasi Gontor Tegur Presiden Hoax, Stafsus Menag: Prabowo Paling Bela Umat

"Hindu, Islam, Kristen, Buddha, Konghucu, semua adalah pilar bangsa. Ketika STAH Hindu maju, maka Indonesia maju," lanjutnya.

Kemenag juga menjalankan sejumlah program prioritas pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 6,3 juta siswa, cek kesehatan gratis bagi 3,2 juta siswa, serta transformasi MAN Insan Cendekia menjadi Sekolah Unggul Garuda.

"Anak kenyang, anak sehat, baru bisa belajar dengan baik. Inilah cara Presiden Prabowo memutus rantai stunting dan menyiapkan generasi unggul," jelas Gugun.

Di sektor filantropi, penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan mencapai Rp 44,698 triliun. Selain itu, terdapat inovasi Hutan Wakaf seluas 68,1 hektare dan program hutan berkah seluas 7.281 hektare.

"Ini menunjukkan gotong royong umat masih sangat kuat. Ekonomi umat bergerak, wakaf tidak lagi hanya untuk kuburan, tapi untuk hutan, untuk lingkungan, untuk masa depan," pungkas Gugun.

Orasi ilmiah tersebut dihadiri sejumlah tokoh Hindu nasional, antara lain Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag RI Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si.; Direktur Pendidikan Hindu, Direktorat Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H.; Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya; Ketua Yayasan Dharma Nusantara Ir. I Gusti Ketut Gde Suena; serta Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, M.Si.

Kegiatan tersebut menegaskan komitmen Kemenag dalam merangkul seluruh umat beragama untuk bersama-sama menyukseskan visi Indonesia Emas 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense