BREAKING NEWS
 

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Garda Depan Keamanan Siber Nasional

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 6 Oktober 2026 13:21 WIB
Foto: BSSN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) untuk memperkuat kemampuan pemerintah dalam mendeteksi, menangani, dan memulihkan layanan ketika terjadi serangan siber.

Pengukuhan 59 TTIS tersebut berlangsung di Kantor BSSN, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026). Ke-59 TTIS terdiri atas 13 TTIS kementerian/lembaga, 37 TTIS pemerintah daerah, tujuh TTIS sektor kesehatan, dan dua TTIS sektor pendidikan.

Pembentukan TTIS merupakan bagian dari upaya menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memiliki tim tanggap insiden siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT).

TTIS di masing-masing organisasi bertugas mendeteksi, merespons, dan memulihkan layanan saat terjadi insiden siber.

Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan layanan publik sekaligus melindungi data masyarakat.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo mengatakan, pengukuhan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran keamanan informasi bagi pengelola TTIS.

Selain itu, pengukuhan menjadi wadah kolaborasi dan sinergi antar-TTIS dalam penanganan insiden serta menyamakan persepsi mengenai pembentukan dan pembinaan TTIS.

Baca juga : BSSN Pastikan Data Pejabat Yang Beredar Di Internet Bukan Kebocoran Baru

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan keamanan siber dan persandian merupakan fondasi transformasi digital nasional.

Menurutnya, pemerintahan digital harus dibangun secara aman, tepercaya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut, kata Nugroho, sejalan dengan arahan Presiden mengenai pemerintahan incorporated, digitalisasi, serta karakter ancaman siber yang terus berkembang.

Nugroho juga meminta setiap TTIS mengidentifikasi aset secara menyeluruh, termasuk risiko dan ancaman yang menyertainya.

Perlindungan terhadap aset tersebut perlu dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), penerapan standar keamanan, khususnya prinsip Security by Design dan pelindungan berlapis atau defense in depth, serta Resilience by Architecture.

Adsense

“Pengukuhan ini adalah awal, bukan akhir. Ketika insiden benar-benar terjadi, kecepatan penanganan oleh TTIS menjadi kunci. Untuk itu, kapabilitas TTIS harus terus kita perkuat secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Nugroho.

Penguatan kapabilitas TTIS difokuskan pada enam aspek, yakni tata kelola dan kelembagaan; deteksi dan pemantauan; respons dan pemulihan; kompetensi dan kesiapan SDM; kematangan secara berkelanjutan; serta penguatan kolaborasi dan jejaring.

Baca juga : PANDI Temui BSSN, Bahas Keamanan .id Hingga Peta Nasional IIV

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan keynote speech Anggota Komisi I DPR RI Sabam Rajagukguk.

Ia mendorong seluruh peserta memperkuat ketahanan siber untuk menjaga keberlangsungan layanan digital.

Menurut Sabam, peran TTIS sangat krusial sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan dari pimpinan masing-masing entitas.

Dukungan tersebut mencakup mandat yang jelas, penguatan personel, penyediaan sarana dan sumber daya, serta pembangunan budaya kerja.

Pengukuhan 59 TTIS menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat fondasi transformasi digital melalui peningkatan kesadaran dan kemampuan keamanan siber di berbagai sektor pemerintahan dan pembangunan manusia.

Dalam kegiatan tersebut, BSSN juga memberikan Penghargaan Sanapati Teladan kepada insan keamanan siber dan persandian sebagai bentuk apresiasi atas kinerja, inovasi, kontribusi, dan pengabdian di bidang keamanan siber dan/atau persandian pada instansi pemerintah.

Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala BSSN Nomor 581 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Penghargaan Sanapati Teladan Tahun 2026.

Baca juga : BSSN Raih Penghargaan BPS, Perkuat Keamanan Data Nasional

Penerima Penghargaan Sanapati Teladan 2026 yakni Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali I Putu Sundika; Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Siber Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Provinsi Jawa Tengah Eny Soelastri.

Lalu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan Sucilianita Akbar; serta Pranata Komputer Ahli Pertama Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah RI Muhammad Sidik Permana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah; Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Ahmad; Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Juwono; Plt. Gubernur Riau Sofyan Franyata Hariyanto; Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura; Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Hadir pula pimpinan tinggi madya, pratama, dan fungsional utama di lingkungan BSSN, kementerian, dan lembaga; bupati dan wali kota atau yang mewakili; serta pimpinan rumah sakit dan perguruan tinggi atau yang mewakili.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense